kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.645.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 17.870   -65,00   -0,36%
  • IDX 5.821   -75,34   -1,28%
  • KOMPAS100 752   -12,33   -1,61%
  • LQ45 573   -10,72   -1,84%
  • ISSI 201   -1,70   -0,84%
  • IDX30 325   -6,09   -1,84%
  • IDXHIDIV20 401   -6,69   -1,64%
  • IDX80 86   -1,38   -1,59%
  • IDXV30 108   -1,25   -1,14%
  • IDXQ30 105   -1,88   -1,76%

Resmi! Pemerintah Korea Selatan Umumkan Investasi 1.000 , Dukung Dominasi Cip


Senin, 29 Juni 2026 / 19:45 WIB
Resmi! Pemerintah Korea Selatan Umumkan Investasi 1.000 , Dukung Dominasi Cip
ILUSTRASI. Pemerintah Korea Selatan mengumumkan strategi industri komprehensif yang berpusat pada semikonduktor dan akal imitasi (AI) (via REUTERS/JEON HEON-KYUN)


Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Pemerintah Korea Selatan mengumumkan strategi industri komprehensif yang berpusat pada semikonduktor dan akal imitasi (AI). Senin (29/6/2026), Presiden Korsel Lee Jae Myung mengumumkan investasi triliunan won di bidang cip untuk mengamankan dominasi global dan menyeimbangkan pertumbuhan.

Rencana tersebut didukung oleh Samsung Electronics dan SK Hynix. Langkah ini menegaskan niatan Korsel menyelaraskan ambisi AI dan cip dengan janji mempersempit kesenjangan regional domestik dan menghidupkan kembali perekonomian di luar wilayah metropolitan Seoul.

Dalam pernyataannya, Lee, yang ditemani oleh petinggi Samsung Electronics dan SK Hynix, menyebut inisiatif ini akan berpusat pada tiga poros, yakni semikonduktor, AI fisik, dan pusat data. "Kita harus mengamankan elemen inti AI lebih cepat daripada negara lain mana pun," kata Lee, seperti dikutip Reuters, Senin (29/6).

Menteri Perindustrian Korsel Kim Jung-kwan menuturkan, Samsung dan SK Hynix akan menginvestasikan 800 triliun won, sekitar Rp 9.256,97 triliun, untuk membangun masing-masing dua lokasi fabrikasi cip baru di wilayah barat daya Korea Selatan.

Baca Juga: Penembakan di Lokasi Nonton Bareng Piala Dunia di San Jose Tewaskan Satu Orang

Lee mengatakan, kota Gwangju yang terletak di barat daya Korsel dan provinsi Jeolla Selatan juga akan menginvestasikan sekitar 5 triliun hingga 20 triliun won dalam proyek-proyek tersebut. Lalu ada investasi lebih lanjut sebesar 81 triliun won diharapkan untuk klaster pengemasan cip di wilayah Chungcheong dekat Seoul.

"Untuk memenuhi permintaan semikonduktor yang meningkat pesat, kita perlu segera menyelesaikan pusat produksi yang saat ini sedang dibangun," kata Lee. Ia memaparkan, lokasi yang ada di sekitar Yongin dan Pyeongtaek saat ini telah mencapai batas kemampuannya.

Menteri Perindustrian Kim juga mengatakan Korsel akan menggandakan produksi dynamic random-access memory (DRAM) dalam lima tahun ke depan. Ini dilakukan dengan mempercepat pembangunan pabrik di wilayah metropolitan Seoul hingga pertengahan tahun 2030-an.

DRAM adalah jenis memori yang digunakan untuk memberi daya pada perangkat elektronik seperti laptop dan ponsel pintar. High bandwidth memory (HBM) diproduksi dengan menumpuk beberapa lapisan DRAM.

Baca Juga: Ancelotti Berharap Neymar Tampil Lebih Baik saat Hadapi Jepang

Selain cip, Menteri Sains Bae Kyung-hoon mengatakan Korea Selatan berniat menginvestasikan 550 triliun won dalam pusat data AI pada 2029 dan lebih dari 1.000 triliun won pada 2035. Ini dilakukan sembari mendesentralisasi infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan regional di luar ibu kota.

Seoul juga berencana membangun klaster robotika dan komponen di Saemangeum di pantai barat, tempat Hyundai Motor berinvestasi, untuk menyaingi kemajuan robotika humanoid di negara-negara termasuk Tiongkok.

Chairman Samsung Electronics Jay Y. Lee mengatakan, perusahaannya telah memilih Gwangju sebagai lokasi untuk klaster cip barunya. Sementara Chairman SK Hynix Chey Tae-won mengatakan, perusahaannya membutuhkan lebih banyak waktu untuk menyelesaikan lokasi dan mengamankan infrastruktur di wilayah barat daya.

"Kami membutuhkan waktu sembilan tahun untuk membangun klaster di Yongin. Selain itu, pabrik cip membutuhkan lahan, listrik, air, dan talenta yang besar," kata Chey.

Baca Juga: Pengaruh China Kian Disorot, Australia Kunci Kemitraan Keamanan dengan Vanuatu

Para ahli industri mengatakan diversifikasi investasi cip di luar Seoul dapat mengurangi hambatan infrastruktur. Tetapi para ahli juga memperingatkan, membangun pabrik canggih membutuhkan listrik dan air yang melimpah dan logistik yang canggih.

Selain itu dibutuhkan juga  jaringan pemasok yang luas, dan tenaga kerja yang sangat terampil. Elemen-elemen ini mungkin tidak dapat berkembang cukup cepat di wilayah baru untuk memenuhi permintaan AI yang melonjak.

 “Akan ideal jika permintaan tetap kuat selama 20 atau 30 tahun ke depan, tetapi tidak ada yang dapat mengetahui hal itu dengan pasti... Jika permintaan menurun, konsekuensinya akan sangat berat,” kata Lee Jong-ho, profesor di Departemen Teknik Elektro dan Komputer Universitas Nasional Seoul.

Baca Juga: Data Ekonomi Korea Selatan Positif, Kospi Ditutup ke Rekor Tertinggi Sepanjang Masa

Para politisi oposisi mengkritik keras rencana Lee membangun pusat cip di barat daya Korea Selatan. Oposisi menuding rencana tersebut bermotivasi politik, mengingat 85% pemilih di wilayah tersebut mendukung Lee dalam pemilihan presiden tahun lalu.

Pengumuman ini muncul ketika peringkat persetujuan Lee telah merosot selama enam minggu menjadi 46,5%, menurut lembaga survei Realmeter.




TERBARU

[X]
×