kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45765,98   1,38   0.18%
  • EMAS888.000 0,11%
  • RD.SAHAM -0.17%
  • RD.CAMPURAN -0.05%
  • RD.PENDAPATAN TETAP -0.12%

Rusia dan Turki berhadap-hadapan, ini peringatan dari NATO


Sabtu, 29 Februari 2020 / 06:10 WIB
Rusia dan Turki berhadap-hadapan, ini peringatan dari NATO

Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  BRUSSELS. Sekretaris Jenderal NATO Jens Stoltenberg mendesak Rusia dan Suriah pada hari Jumat, (28/2) untuk menghentikan serangan Idlib dan mengatakan aliansi militer berdiri dalam solidaritas dengan negara anggota NATO yakni Turki, yang kehilangan 33 tentara dalam serangan udara oleh pasukan pemerintah Suriah.

Pasukan Suriah, yang didukung kekuatan udara Rusia, telah melancarkan serangan untuk menguasai wilayah barat laut Idlib, wilayah terakhir yang tersisa yang dikuasai oleh pemberontak yang didukung Turki dalam konflik sembilan tahun dengan Presiden Suriah Bashar al-Assad .

Baca Juga: Rusia kirim dua kapal perang ke Suriah untuk merespons Turki

"Sekutu mengutuk serangan udara yang terus-menerus dan tanpa pandang bulu oleh rezim Suriah dan Rusia di Idlib," kata Stoltenberg kepada wartawan setelah pertemuan darurat duta besar NATO di Brussels, yang diminta Turki.

"Saya meminta mereka untuk menghentikan serangan mereka, untuk menghormati hukum internasional dan mendukung upaya AS untuk solusi damai," tambah Stoltenberg.

Baca Juga: Hubungan Turki dan Rusia memanas setelah 33 tentara Turki tewas dalam sehari

Ia juga menyerukan agar kembali ke gencatan senjata 2018 untuk memberikan bantuan kemanusiaan kepada Idlib.

Perang saudara Suriah telah memburuk secara dramatis dalam beberapa bulan terakhir dan setelah serangan udara Kamis, seorang pejabat senior Turki mengatakan Ankara tidak akan lagi mencegah para pengungsi yang melarikan diri dari konflik Suriah menuju Benua Eropa.

Baca Juga: Tewaskan 22 tentara Turki, Rusia: Tak seharusnya mereka berada di daerah itu

Selama ini, Uni Eropa mengandalkan Turki untuk mencegah migrasi orang-orang dari Timur Tengah menuju ke Eropa.



TERBARU

[X]
×