kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Rusia Tegaskan Tidak Akan Berikan Konsesi Terkait Ukraina


Rabu, 11 Desember 2024 / 19:02 WIB
Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova menghadiri jumpa pers di Moskow, Rusia, dalam file foto tertanggal 6 Oktober 2015. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow tidak bersedia memberikan konsesi terkait konflik Ukraina.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  MOSKOW. Kementerian Luar Negeri Rusia menegaskan bahwa Moskow tidak bersedia memberikan konsesi terkait konflik Ukraina. 

Pernyataan ini disampaikan pada Rabu (10/12), bersamaan dengan seruan agar usulan perdamaian dari Presiden Vladimir Putin diimplementasikan.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia, Maria Zakharova, mengomentari pernyataan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump, yang sebelumnya menyerukan gencatan senjata segera dan negosiasi antara Ukraina dan Rusia. 

Baca Juga: Kremlin: Perang Ukraina Bakal Berlanjut Hingga Tujuan Putin Tercapai

Trump menyebut langkah tersebut diperlukan untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai "kegilaan".

Menanggapi hal itu, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menegaskan bahwa negaranya membutuhkan jaminan keamanan yang efektif, terutama mengingat aspirasinya untuk bergabung dengan aliansi militer NATO.

Zakharova menekankan bahwa anggapan Rusia akan memberikan konsesi menunjukkan kurangnya pemahaman terhadap situasi yang ada. 

Ia menegaskan kembali pentingnya pelaksanaan usulan perdamaian dari Presiden Putin.

Baca Juga: Erdogan: Hanya Ada Dua Pemimpin Sejati di Dunia, Saya dan Vladimir Putin

Putin sebelumnya mengajukan syarat utama untuk perdamaian, yaitu Ukraina tidak boleh bergabung dengan NATO, dan Rusia harus mendapatkan kendali penuh atas empat wilayah Ukraina yang kini diklaim sebagai bagian dari Rusia. 

Hal ini, menurut Kremlin, menjadi prasyarat bagi terciptanya perdamaian.




TERBARU

[X]
×