kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.539   9,00   0,05%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Samsung Dihukum Bayar Ganti Rugi US$191,4 Juta atas Pelanggaran Paten OLED di AS


Selasa, 04 November 2025 / 08:30 WIB
Samsung Dihukum Bayar Ganti Rugi US$191,4 Juta atas Pelanggaran Paten OLED di AS
ILUSTRASI. FILE PHOTO: A Samsung Electronics logo appears in this illustration taken August 25, 2025. REUTERS/Dado Ruvic/Illustration/File Photo


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Samsung Electronics Co. Ltd. dijatuhi hukuman oleh juri pengadilan federal di Texas untuk membayar US$191,4 juta (sekitar Rp3 triliun) kepada Pictiva Displays setelah dinyatakan melanggar dua paten teknologi organic light-emitting diode (OLED) milik perusahaan tersebut.

Keputusan yang diumumkan pada Senin (3/11/2025) waktu setempat itu menyatakan berbagai perangkat Samsung termasuk ponsel Galaxy, televisi, komputer, dan perangkat wearable menggunakan teknologi milik Pictiva yang meningkatkan resolusi, kecerahan, dan efisiensi daya layar OLED.

Baca Juga: Bursa Australia Melemah Tertekan Sektor Tambang & Energi, Pasar Tunggu Keputusan RBA

Direktur Pelaksana Pictiva, Angela Quinlan, menyebut putusan ini “menegaskan kekuatan hak kekayaan intelektual Pictiva.”

Menanggapi keputusan tersebut, Samsung menyatakan akan mengajukan banding.

“Kami berniat mengajukan banding atas putusan terkait dua paten tersebut. Kami juga telah mengajukan petisi pembatalan paten yang saat ini sedang ditinjau oleh United States Patent and Trademark Office (USPTO),” kata Samsung dalam pernyataan resminya.

Kasus ini menjadi salah satu dari sejumlah gugatan bernilai besar yang menjerat Samsung di pengadilan Marshall, Texas, terkait teknologi dalam perangkat elektroniknya.

Pictiva yang berbasis di Irlandia merupakan anak usaha dari perusahaan lisensi paten Key Patent Innovations, dan memegang ratusan paten OLED yang awalnya dikembangkan oleh perusahaan fotonik OSRAM pada awal 2000-an.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Sentuh Level Terendah 19 Bulan, Sektor Otomotif & Chip Terpukul

Gugatan yang diajukan pada 2023 itu menuduh produk-produk Samsung telah mengadopsi teknologi Pictiva untuk meningkatkan performa layar OLED.

Samsung membantah tuduhan tersebut dan menilai paten yang dimaksud tidak sah.

Selanjutnya: Info Prakiraan Cuaca Bali, Denpasar dan Sekitarnya Hari Ini Selasa (4/11/2025)

Menarik Dibaca: Turun Banyak, Simak Harga Emas Galeri 24 dan UBS di Pegadaian Hari Ini Selasa (4/11)




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×