Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - WASHINGTON. Presiden Donald Trump mengatakan bahwa Amerika Serikat (AS) akan segera membuka Selat Hormuz, tetapi tidak memberikan penjelasan lebih lanjut dan mengakui bahwa itu bukan langkah yang mudah.
Trump juga mengisyaratkan bahwa negara-negara lain menawarkan bantuan tetapi tidak menyebutkan negara mana pun.
"Negara-negara lain menggunakan selat itu. Jadi, kita memang memiliki negara-negara lain yang akan datang, dan mereka akan membantu," kata Trump kepada wartawan, Jumat (10/4/2026).
"Ini tidak akan mudah... Saya akan mengatakan ini - kita akan segera membukanya," tambah Trump. Blokade selat oleh Teheran sejak awal perang Iran telah menyebabkan gangguan terburuk terhadap pasokan energi global dalam sejarah. Selat itu merupakan titik rawan bagi sekitar 20% pengiriman minyak dan gas alam cair global.
Baca Juga: JPMorgan: Utang Bermasalah Global Sentuh Level Tertinggi Sejak 2023
Trump kecewa dengan kegagalan sekutu NATO untuk membantu mengamankan Selat Hormuz.
Reuters melaporkan pada hari Kamis (9/4/2026) bahwa Sekretaris Jenderal NATO Mark Rutte, setelah bertemu dengan Trump, mengatakan kepada pemerintah Eropa bahwa presiden AS menginginkan komitmen konkret untuk membantu mengamankan selat tersebut dalam beberapa hari.
AS dan Israel menyerang Iran pada 28 Februari. Iran menanggapi dengan serangan balasan terhadap Israel dan pangkalan AS di negara-negara Teluk.
Serangan AS-Israel terhadap Iran dan serangan Israel terhadap Lebanon telah menewaskan ribuan orang dan menyebabkan jutaan orang mengungsi.
Perang tersebut telah menaikkan harga minyak dan mengguncang pasar global. Trump mengumumkan gencatan senjata yang rapuh dengan Teheran pada hari Selasa (7/4/2026), setelah sebelumnya mengancam akan menghancurkan seluruh peradaban Iran.
Lalu lintas kapal melalui Selat Hormuz tetap terhenti.













