kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.668.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.822   -47,00   -0,26%
  • IDX 6.177   4,80   0,08%
  • KOMPAS100 808   -9,54   -1,17%
  • LQ45 609   -7,52   -1,22%
  • ISSI 213   1,66   0,79%
  • IDX30 345   -4,23   -1,21%
  • IDXHIDIV20 421   -5,17   -1,21%
  • IDX80 92   -1,32   -1,42%
  • IDXV30 113   -1,72   -1,50%
  • IDXQ30 110   -1,54   -1,38%

Sudah jadi pandemi global, Jerman: Kita belum mencapai puncak wabah corona


Kamis, 05 Maret 2020 / 22:24 WIB
ILUSTRASI. Sebuah pengumuman dalam bahasa Jerman yang menyatakan, masker dan pembersih tangan sudah habis, terlihat di sebuah apotek di Berlin, Jerman, 29 Februari 2020.


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

KONTAN.CO.ID - BERLIN. Menteri Kesehatan Jerman Jens Spahn mengatakan, wabah virus corona baru sudah menjelma jadi "pandemi global", dan memperingatkan bahwa yang lebih buruk akan datang.

Menurut Spahn, situasi di Jerman dan seluruh Eropa telah berubah secara drastis dalam beberapa hari terakhir. Negeri panser sendiri melaporkan kenaikan tajam hingga 240 kasus Covid-19.

"Wabah virus corona di Tiongkok telah menjadi pandemi global," kata Spahn kepada anggota Parlemen Jerman di Berlin, Rabu (4/3). "Situasinya berubah sangat cepat," ujarnya.

Baca Juga: Virus corona merajalela, Singapura bersiap hadapi jumlah kasus lebih banyak

"Yang jelas adalah kita belum mencapai puncak wabah," imbuh Spahn seperti dikutip South China Morning Post. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejauh ini belum menyatakan pandemi.

Di Jerman, Spahn menyatakan, tetap fokus pada upaya penanggulangan dan memperlambat penyebaran virus corona. Termasuk, mengarantina orang yang terjangkit Covid-19 dan membatalkan pertemuan besar seperti pameran dagang.

"Keselamatan publik menjadi yang utama, termasuk di atas kepentingan ekonomi," tegas Spahn.




TERBARU
Kontan Academy
Langganan Business Insight promo optimal Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×