kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.550.000   -4.000   -0,16%
  • USD/IDR 18.096   16,00   0,09%
  • IDX 5.388   59,54   1,12%
  • KOMPAS100 697   10,48   1,53%
  • LQ45 545   8,81   1,64%
  • ISSI 183   1,92   1,06%
  • IDX30 305   4,36   1,45%
  • IDXHIDIV20 400   6,31   1,60%
  • IDX80 80   1,24   1,57%
  • IDXV30 111   1,31   1,20%
  • IDXQ30 101   1,89   1,91%

Thailand Justru Tak Senang Saat Baht Menguat, Ini Alasannya


Jumat, 12 September 2025 / 05:50 WIB
ILUSTRASI. Mata uang Thailand semakin perkasa terhadap dolar AS. Akan tetapi, pemerintah Thailand justru tak senang dengan penguatan ini. REUTERS/Damir Sagolj


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Charoen Laothammatas, presiden asosiasi, mengatakan bahwa pemerintah dan bank sentral harus segera mengambil tindakan untuk mencegah baht menguat secara berlebihan. Mata uang tersebut harus disesuaikan ke tingkat yang lebih kompetitif sambil memastikan stabilitas dan meminimalkan volatilitas, ujarnya.

"Tanpa langkah-langkah yang cepat, baht yang kuat dan berfluktuasi akan merugikan daya saing global beras Thailand dan pendapatan petani," ujar Bapak Charoen.

Selain mengganggu kinerja ekspor, penguatan baht juga berdampak pada industri pariwisata Thailand. Pasalnya, penguatan baht secara otomatis akan mendongkrak biaya liburan di Thailand bagi turis asing. 

Tonton: Anutin Charnvirakul Jadi PM Baru Thailand, Akhiri Era Dinasti Shinawatra

Kondisi ini akan berefek domino ke perekonomian Thailand, karena sektor pariwisata menyumbang 12% dari PDB, mengutip pernyataan Sethaput Suthiwartnareuput, Gubernur Bank of Thailand pada acara makan malam Kamar Dagang Jepang (JCC), Siam, 25 Maret 2024 lalu.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×