kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Thailand Justru Tak Senang Saat Baht Menguat, Ini Alasannya


Jumat, 12 September 2025 / 05:50 WIB
Thailand Justru Tak Senang Saat Baht Menguat, Ini Alasannya
ILUSTRASI. Mata uang Thailand semakin perkasa terhadap dolar AS. Akan tetapi, pemerintah Thailand justru tak senang dengan penguatan ini. REUTERS/Damir Sagolj


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie, Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Charoen Laothammatas, presiden asosiasi, mengatakan bahwa pemerintah dan bank sentral harus segera mengambil tindakan untuk mencegah baht menguat secara berlebihan. Mata uang tersebut harus disesuaikan ke tingkat yang lebih kompetitif sambil memastikan stabilitas dan meminimalkan volatilitas, ujarnya.

"Tanpa langkah-langkah yang cepat, baht yang kuat dan berfluktuasi akan merugikan daya saing global beras Thailand dan pendapatan petani," ujar Bapak Charoen.

Selain mengganggu kinerja ekspor, penguatan baht juga berdampak pada industri pariwisata Thailand. Pasalnya, penguatan baht secara otomatis akan mendongkrak biaya liburan di Thailand bagi turis asing. 

Tonton: Anutin Charnvirakul Jadi PM Baru Thailand, Akhiri Era Dinasti Shinawatra

Kondisi ini akan berefek domino ke perekonomian Thailand, karena sektor pariwisata menyumbang 12% dari PDB, mengutip pernyataan Sethaput Suthiwartnareuput, Gubernur Bank of Thailand pada acara makan malam Kamar Dagang Jepang (JCC), Siam, 25 Maret 2024 lalu.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×