kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.805.000   -25.000   -0,88%
  • USD/IDR 17.310   97,00   0,56%
  • IDX 7.379   -163,01   -2,16%
  • KOMPAS100 1.004   -27,06   -2,62%
  • LQ45 716   -20,09   -2,73%
  • ISSI 267   -5,87   -2,15%
  • IDX30 393   -8,15   -2,03%
  • IDXHIDIV20 483   -9,27   -1,88%
  • IDX80 112   -3,07   -2,66%
  • IDXV30 140   -1,20   -0,85%
  • IDXQ30 126   -2,76   -2,14%

Tiga tewas dalam serangan dengan pisau di sebuah gereja di Prancis


Kamis, 29 Oktober 2020 / 18:18 WIB
Polisi menjaga Gereja Notre Dame, Nice, Prancis, usai insiden serangan pisau, 29 Oktober 2020.


Sumber: Reuters | Editor: S.S. Kurniawan

Dia mengatakan, orang ketiga, seorang wanita yang terluka parah, melarikan diri dari dalam gereja ke sebuah bar di seberang gereja.

Serangan itu terjadi ketika Prancis masih belum pulih dari pemenggalan kepala seorang guru sekolah menengah Paty oleh seorang pria asal Chechnya.

Penyerang mengatakan, dia ingin menghukum Paty karena menunjukkan kartun Nabi Muhammad kepada murid-muridnya dalam pelajaran kewarganegaraan.

Tidak segera jelas, apa motif serangan di Nice, apakah ada kaitannya dengan kartun-kartun itu, yang dianggap menghujat umat Islam.

Baca Juga: Tak mau cabut kartun Nabi Muhammad, boikot produk Prancis meluas

Sejak pembunuhan Paty, para pejabat Prancis yang didukung oleh banyak warga biasa telah menegaskan kembali hak untuk menampilkan kartun, dan gambar-gambar itu telah dipajang secara luas sebagai bentuk solidaritas dengan guru yang terbunuh.

Itu telah memicu luapan kemarahan di beberapa bagian dunia Muslim, dengan beberapa pemerintah menuduh Presiden Prancis Emmanuel Macron mengejar agenda anti-Islam.

Selanjutnya: Erdogan serukan warga Turki boikot produk-produk Prancis




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Capital Structure

[X]
×