kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   -20.000   -0,70%
  • USD/IDR 17.500   -30,00   -0,17%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Trump Diminta Tahan Serangan ke Iran, Wapres Vance Ajukan Opsi Damai


Selasa, 13 Januari 2026 / 10:07 WIB
Trump Diminta Tahan Serangan ke Iran, Wapres Vance Ajukan Opsi Damai
ILUSTRASI. Bendera Iran, Miniatur Donald Trump (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Sejumlah pejabat senior di pemerintahan Presiden Donald Trump, dipimpin oleh Wakil Presiden JD Vance, dilaporkan mendorong Trump untuk menempuh jalur diplomasi sebelum mempertimbangkan serangan militer ke Iran, demikian laporan Wall Street Journal pada Senin (12/1/2026), mengutip sumber dari pemerintah AS.

Laporan itu menyebut, Gedung Putih tengah mempertimbangkan tawaran dari Teheran untuk membuka pembicaraan terkait program nuklirnya.

Baca Juga: Nasib Diplomasi Iran-AS: Komunikasi Diam-diam di Tengah Ancaman Trump

Sementara Trump disebut-sebut tengah menimbang kemungkinan mengizinkan tindakan militer terhadap Iran.

Juru bicara Vance menyatakan bahwa laporan WSJ tersebut tidak sepenuhnya akurat.

“Wakil Presiden Vance dan Menteri Luar Negeri Rubio bersama-sama menyajikan rangkaian opsi kepada Presiden, mulai dari pendekatan diplomatik hingga tindakan militer,” kata William Martin, Direktur Komunikasi Vance.

Baca Juga: Ancaman Trump: Negara Mitra Dagang Iran Bakal Kena Tarif 25% dari AS

“Mereka menyajikan opsi-opsi tersebut tanpa bias atau keberpihakan.”


Tag


TERBARU

[X]
×