Sumber: Telegraph | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Donald Trump dilaporkan akan mengambil langkah terkait Greenland dalam “beberapa minggu ke depan”.
The Telegraph melaporkan, para pejabat memberi sinyal bahwa presiden AS itu sedang meningkatkan tekanan terhadap pulau tersebut.
Perkembangan penting diperkirakan bisa terjadi dalam hitungan “minggu atau bulan”, menurut laporan USA Today.
Belum jelas langkah apa yang akan diambil. Trump sebelumnya pernah menyatakan keinginannya untuk membeli Greenland, namun juga tidak menutup kemungkinan mengambil alih wilayah itu dengan cara paksa.
Thomas Dans, komisaris Arktik yang ditunjuk Trump, mengatakan dalam sebuah wawancara bahwa sang presiden ingin bergerak cepat untuk melakukan akuisisi Greenland.
Pada Rabu, Wakil Presiden AS JD Vance dijadwalkan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Denmark.
Sebelumnya, menteri luar negeri Denmark dan Greenland berencana bertemu dengan Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio. Namun, Vance dilaporkan meminta agar dirinya yang memimpin pertemuan tersebut.
Baca Juga: Demi Keamanan Nasional, China Larang Pemakaian Software Keamanan AS dan Israel
JD Vance sempat memicu adu argumen keras dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky dalam pertemuan di Gedung Putih Februari lalu. Karena itu, pejabat Denmark dan Greenland kini khawatir pertemuan ini bisa berujung konfrontasi dan memperbesar ketegangan.
Pada Selasa, Menteri Luar Negeri Denmark Lars Løkke Rasmussen mengatakan kepada wartawan di Kopenhagen bahwa Vance meminta untuk ikut serta dalam pertemuan yang semula hanya melibatkan Rubio dan para mitranya.
“Wakil Presiden AS JD Vance juga ingin berpartisipasi dan akan menjadi tuan rumah pertemuan tersebut, sehingga pertemuan digelar di Gedung Putih,” ujar Rasmussen.
Menteri Luar Negeri Greenland Vivian Motzfeldt juga akan hadir. Dalam pertemuan itu, mereka akan berupaya membujuk pemerintahan Trump agar mengurungkan niat mengambil alih pulau besar yang punya nilai strategis tinggi dan kaya sumber daya mineral tersebut.
Trump disebut semakin percaya diri setelah keberhasilan operasi militernya di Venezuela, serta munculnya kemungkinan invasi AS ke Greenland, meski wilayah itu merupakan bagian dari Denmark, sesama anggota NATO.
Baca Juga: Ancaman Mata-mata: China Berhenti Gunakan Perangkat Lunak Siber AS-Israel
Thomas Dans, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling vokal mendorong pengambilalihan Greenland oleh AS, mengatakan kepada USA Today bahwa upaya serius bisa dilakukan dalam “minggu atau bulan”.
“Ini seperti jalur kereta dengan banyak pemberhentian. Tapi bisa saja melaju ekspres, melewati semua halte, dan langsung ke stasiun utama. Itulah yang diinginkan Presiden Trump, bergerak cepat,” kata Dans.
Meski begitu, Dans juga menyampaikan nada yang lebih lunak. Ia mengakui bahwa AS perlu “mendapatkan dukungan rakyat Greenland”. Jajak pendapat menunjukkan, meski mayoritas dari 57.000 penduduk Greenland ingin suatu hari lepas dari Denmark, jauh lebih banyak yang tidak ingin menjadi negara bagian ke-51 Amerika Serikat.
Denmark menegaskan bahwa Greenland tidak dijual. Hingga kini juga belum jelas tawaran seperti apa yang bisa diajukan Trump untuk membeli pulau terbesar di dunia tersebut.
Namun, Dans mengatakan bahwa “secara transaksi, segalanya bisa terjadi dengan cepat”, meski upaya merebut hati dan pikiran warga Greenland bisa membuat proses pengambilalihan menjadi lebih lama.
Tonton: Yayasan Milik Bill Gates Tunjuk Sri Mulyani Jadi Dewan Pengurus
Pertemuan hari Rabu sejatinya diminta oleh Denmark yang khawatir dengan retorika Trump. Namun, keputusan Vance untuk memimpin pertemuan itu berpotensi menjadi bumerang jika ia justru menyerang Denmark dan Greenland seperti yang pernah ia lakukan terhadap Zelensky.
Trump disebut lebih memilih membeli Greenland secara langsung, atau setidaknya mengambil alih kendali tanpa harus memiliki wilayah itu secara resmi melalui kesepakatan diplomatik. Namun, Gedung Putih menolak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer di Greenland, dan menegaskan bahwa semua opsi masih terbuka bagi Amerika Serikat.












![[Intensive Workshop] Foreign Exchange & Hedging Strategies](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_17122515210200.jpg)
