Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
KONTAN.CO.ID - Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu kembali pada Jumat (waktu setempat) untuk menutup kunjungan kenegaraan selama dua hari. Pertemuan ini diwarnai seremoni besar dan kesepakatan bisnis, namun juga disertai peringatan keras dari Xi bahwa penanganan isu Taiwan yang keliru dapat mendorong hubungan AS-China menuju “situasi yang sangat berbahaya”.
Reuters melaporkan, Trump menjalani kunjungan pertamanya ke China sebagai presiden AS sejak kunjungan terakhir pada 2017 di masa jabatan pertamanya. Dalam kunjungan ini, Trump berharap memperoleh hasil nyata yang dapat membantu memperbaiki tingkat persetujuan publik yang menurun menjelang pemilu paruh waktu (midterm elections) yang krusial.
Kedua pemimpin dijadwalkan minum teh dan makan siang bersama sebelum Trump kembali terbang ke Amerika Serikat.
Pertemuan puncak ini bertujuan mempertahankan gencatan senjata dagang yang rapuh, yang disepakati saat Trump dan Xi terakhir bertemu pada Oktober lalu. Saat itu, Trump menangguhkan tarif impor tiga digit terhadap barang-barang China, sementara Xi menarik langkah yang berpotensi menghambat pasokan global logam tanah jarang (rare earth) yang vital.
Trump juga diperkirakan akan mendesak China untuk membujuk Iran agar mencapai kesepakatan dengan Washington guna mengakhiri perang yang tidak populer di mata pemilih AS.
Namun, Trump datang ke Beijing dengan posisi tawar yang melemah setelah pengadilan AS membatasi kewenangannya untuk menerapkan tarif secara sepihak. Selain itu, kenaikan harga akibat perang Iran juga membuat Trump rentan secara politik di dalam negeri.
Baca Juga: Heboh Artikel Kekerasan Seksual, Netanyahu Bakal Gugat The New York Times
Ringkasan singkat dari pihak AS mengenai pembicaraan hari Kamis menyoroti apa yang disebut Gedung Putih sebagai keinginan bersama untuk membuka kembali jalur pelayaran Selat Hormuz di dekat Iran. Selat tersebut dalam kondisi normal menjadi jalur bagi seperlima pasokan minyak dan gas dunia.
Dalam ringkasan tersebut, Xi juga disebut tertarik membeli minyak dari Amerika Serikat guna mengurangi ketergantungan China pada pasokan dari Timur Tengah.
Trump mengatakan kepada Fox News Channel dalam wawancara dengan Sean Hannity bahwa China telah sepakat memesan 200 pesawat Boeing, yang menjadi pembelian pertama jet komersial buatan AS oleh China dalam hampir satu dekade.
Namun jumlah itu jauh lebih kecil dari perkiraan pasar. Sejumlah laporan media sebelumnya menyebut Boeing hampir mencapai kesepakatan penjualan 500 pesawat atau lebih kepada China. Saham Boeing turun lebih dari 4% setelah komentar Trump ditayangkan.
Peringatan keras
Pernyataan Xi mengenai Taiwan, pulau demokratis yang diklaim Beijing sebagai bagian dari wilayahnya, menjadi peringatan tajam meskipun pertemuan berlangsung dalam suasana ramah dan santai.
Kementerian Luar Negeri China mengatakan peringatan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup yang berlangsung lebih dari dua jam.
Taiwan, yang berjarak sekitar 50 mil (80 km) dari pesisir China, telah lama menjadi titik rawan dalam hubungan AS-China. Beijing tidak menutup kemungkinan penggunaan kekuatan militer untuk mengambil alih pulau itu, sementara AS terikat undang-undang untuk membantu Taiwan memiliki kemampuan mempertahankan diri.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Turun Tipis Kamis (14/5), Pasar Tunggu Hasil Pertemuan Trump-Xi
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang mendampingi Trump di China, mengatakan kepada NBC News bahwa isu Taiwan memang dibahas. Ia menyebut pihak China “selalu mengangkatnya” dan AS selalu menegaskan posisinya sebelum beralih ke topik lain.
“Kebijakan AS terkait Taiwan tidak berubah sampai hari ini,” kata Rubio.
Trump, yang dikenal menikmati acara-acara besar, terlihat nyaman dalam berbagai rangkaian seremoni publik.
Ia tidak menjawab pertanyaan wartawan apakah isu Taiwan dibahas ketika ia berpose bersama Xi untuk foto di Temple of Heaven, situs warisan dunia UNESCO.
“Ada yang mengatakan ini mungkin pertemuan puncak terbesar sepanjang masa,” ujar Trump sebelumnya di Great Hall of the People, setelah seremoni yang melibatkan pasukan kehormatan dan kerumunan anak-anak yang melambaikan bunga serta bendera.
Dalam jamuan kenegaraan mewah, Xi menyebut hubungan China-AS sebagai yang paling penting di dunia dan menambahkan, “Kita harus membuatnya berhasil dan tidak pernah mengacaukannya.”
Kementerian Luar Negeri China mengatakan Xi juga menyampaikan kepada Trump bahwa negosiasi awal antara tim perdagangan kedua negara pada Rabu menghasilkan “outcome yang seimbang dan positif”.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent, yang memimpin pembicaraan perdagangan tersebut, mengatakan ia memperkirakan ada kemajuan dalam pembentukan mekanisme untuk mendukung perdagangan dan investasi bilateral ke depan, serta kemungkinan pengumuman terkait pesanan besar pesawat Boeing oleh China.
Tonton: Xi Jinping Ajak Donald Trump Nakhodai 'Kapal Raksasa' Hubungan China-AS
Tabel: Poin-Poin Kunci Pertemuan Trump-Xi
| Isu Utama | Detail |
|---|---|
| Agenda pertemuan | Hari kedua kunjungan kenegaraan Trump di China |
| Taiwan | Xi memperingatkan salah langkah soal Taiwan bisa membawa hubungan ke “situasi sangat berbahaya” |
| Perdagangan | Menjaga gencatan senjata dagang, AS menangguhkan tarif tinggi, China mengendurkan pembatasan rare earth |
| Iran & Selat Hormuz | AS ingin China membantu membuka kembali Selat Hormuz dan menekan Iran agar berdamai |
| Energi | Xi disebut tertarik membeli minyak AS untuk mengurangi ketergantungan dari Timur Tengah |
| Boeing | Trump klaim China akan membeli 200 pesawat Boeing, tapi pasar sebelumnya berharap 500+ |
| Dampak pasar | Saham Boeing turun >4% setelah pernyataan Trump |













