kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.844.000   -183.000   -6,05%
  • USD/IDR 16.770   -53,00   -0,32%
  • IDX 8.074   151,14   1,91%
  • KOMPAS100 1.128   20,20   1,82%
  • LQ45 817   11,06   1,37%
  • ISSI 287   8,51   3,06%
  • IDX30 428   6,70   1,59%
  • IDXHIDIV20 512   6,96   1,38%
  • IDX80 126   2,29   1,86%
  • IDXV30 140   4,38   3,23%
  • IDXQ30 139   1,35   0,98%

Trump Naikkan Tekanan ke Harvard, Tuntut Ganti Rugi US$1 Miliar


Selasa, 03 Februari 2026 / 13:52 WIB
Trump Naikkan Tekanan ke Harvard, Tuntut Ganti Rugi US$1 Miliar
ILUSTRASI. Univesitas Terbaik di Dunia - Harvard University (DOK/ harvard.edu)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Konflik antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Harvard University kian memanas. Trump menyatakan pemerintahannya kini menuntut ganti rugi sebesar US$ 1 miliar dari universitas ternama tersebut, jauh melampaui isu sebelumnya soal pembayaran US$ 200 juta untuk penyelesaian sengketa.

Pernyataan itu disampaikan Trump melalui media sosial Truth Social pada Senin (2/2/2026) waktu setempat. Ia sekaligus membantah laporan New York Times yang menyebut Gedung Putih telah menarik tuntutan awal terhadap Harvard.

“Sekarang kami menuntut ganti rugi satu miliar dolar AS dan tidak ingin lagi berurusan dengan Harvard University di masa depan,” tulis Trump. 

Baca Juga: Ribuan Petani Vietnam Tergusur Proyek Golf Mewah Trump, Harga Ganti Rugi Picu Protes

Ia menuding Harvard menyebarkan “banyak omong kosong” kepada media dan melabeli kampus tersebut sebagai “sangat antisemit”.

Trump tidak merinci kerugian apa yang disebut menjadi dasar tuntutan tersebut. Namun, ia menegaskan laporan New York Times “sepenuhnya keliru” dan menuntut media itu segera melakukan koreksi.

Hingga berita ini diturunkan, Harvard belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar dari Reuters.

Sebelumnya, New York Times melaporkan bahwa Gedung Putih melunak dalam sengketa dengan Harvard di tengah merosotnya tingkat kepuasan publik terhadap Trump. 

Presiden AS itu tengah menghadapi kritik luas terkait kebijakan penegakan imigrasi serta kemarahan publik atas tewasnya dua warga AS dalam penembakan oleh agen federal di Minnesota.

Baca Juga: Trump Media Rugi US$54,8 Juta pada Kuartal III-2025 Meski Punya 11.542 Bitcoin

Perseteruan dengan Harvard merupakan bagian dari strategi lebih luas pemerintahan Trump untuk menekan universitas-universitas elite melalui pendanaan federal. Trump menilai kampus-kampus tersebut gagal menangani antisemitisme dan terlalu dipengaruhi ideologi “kiri radikal”.

Pemerintah AS bahkan telah membatalkan ratusan hibah penelitian untuk peneliti Harvard dengan alasan kampus tersebut tidak cukup melindungi mahasiswa Yahudi dari pelecehan. Langkah itu mendorong Harvard menggugat pemerintah federal.

Sementara itu, sejumlah universitas Ivy League lainnya, seperti Columbia University dan Brown University, memilih jalan damai dengan mencapai kesepakatan dan menerima sebagian tuntutan pemerintah. 

Namun, Harvard tampaknya mengambil jalur konfrontasi, yang kini berujung pada ancaman tuntutan fantastis senilai US$ 1 miliar.

Selanjutnya: PPATK Klaim Transaksi Judi Online Anjlok Jadi Rp 286 T, Efek Sinergi Antarlembaga

Menarik Dibaca: Bunga Kompetitif, ORI029 Alternatif Diversifikasi di tengah Volatilitas Pasar




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×