kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Trump Yakin Nuklir Iran Lumpuh, Intelijen Bilang Belum Tentu


Rabu, 25 Juni 2025 / 16:47 WIB
Trump Yakin Nuklir Iran Lumpuh, Intelijen Bilang Belum Tentu
ILUSTRASI. A satellite view shows an overview of Fordow underground complex, after the U.S. struck the underground nuclear facility, near Qom, Iran June 22, 2025. MAXAR TECHNOLOGIES/Handout via REUTERS


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - DEN HAAG. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyatakan bahwa serangan rudal terhadap fasilitas nuklir Iran akhir pekan lalu menyebabkan kerusakan yang parah, meskipun ia juga mengakui bahwa informasi intelijen yang tersedia sejauh ini masih bersifat inkonklusif.

Baca Juga: Kirim Surat ke Kongres, Trump Yakin Iran Memiliki Program Senjata Nuklir

Pernyataan ini disampaikan Trump menyusul laporan Reuters dan sejumlah media lain yang mengungkap bahwa Defense Intelligence Agency (DIA) menilai serangan tersebut hanya menunda program nuklir Iran selama beberapa bulan, bertolak belakang dengan klaim pemerintahan Trump bahwa program tersebut telah “dihancurkan total”.

"Intelijennya sangat inkonklusif," ujar Trump kepada wartawan sebelum menghadiri KTT NATO di Den Haag pada Rabu (25/6).

"Intelijen mengatakan kita tidak tahu secara pasti. Tapi bisa jadi kerusakannya sangat parah. Itulah yang disarankan oleh intelijen."

Namun, dalam pernyataan berikutnya, Trump justru menegaskan bahwa kesepakatan nuklir Iran telah mengalami kemunduran yang signifikan.

"Program nuklir mereka mundur puluhan tahun—karena saya tidak yakin mereka akan mencobanya lagi," klaim Trump.

Baca Juga: Taruhan Terbesar Trump: Gempur Iran, Genggam Damai, Hadapi Risiko Politik

Dalam kesempatan tersebut, Trump didampingi oleh Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth, yang keduanya juga meragukan keandalan laporan penilaian dari DIA.

Rubio mengatakan bahwa pemerintah AS tengah membuka penyelidikan atas bocornya laporan tersebut, dan menuding bahwa isi laporan telah disalahartikan oleh media.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×