kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.900.000   50.000   1,75%
  • USD/IDR 17.015   -85,00   -0,50%
  • IDX 7.279   308,18   4,42%
  • KOMPAS100 1.006   48,66   5,08%
  • LQ45 734   31,96   4,56%
  • ISSI 261   11,11   4,45%
  • IDX30 399   16,64   4,35%
  • IDXHIDIV20 487   15,47   3,28%
  • IDX80 113   5,31   4,92%
  • IDXV30 135   4,22   3,24%
  • IDXQ30 129   4,64   3,73%

Ulama terkemuka Irak mengutuk AS dan Iran berkonfrontasi di tanah mereka


Jumat, 10 Januari 2020 / 17:46 WIB
ILUSTRASI. Seorang pria memegang foto almarhum Mayor Jenderal Iran Qassem Soleimani, ketika orang-orang merayakan di jalan setelah Iran meluncurkan rudal pada pasukan pimpinan A.S. di Irak, di Teheran, Iran 8 Januari 2020.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - BAGHDAD. Ulama Muslim terkemuka Irak Grand Ayatollah Ali al-Sistani, pada hari Jumat mengutuk serangan timbal balik Amerika Serikat (AS) dan Iran di tanah Irak dan memperingatkan akan memburuknya keamanan di negara itu dan wilayah yang lebih luas sebagai akibat dari kebuntuan Washington dengan Teheran.

Mengutip Reuters, Jumat (10/1), Amerika Serikat membunuh komandan militer top Iran Qassem Soleimani dan didukung Iran dalam serangan udara di sebelah bandara Baghdad pada 3 Januari.

Baca Juga: Iran: Operasi psikologis AS hanya menambah garam ke luka korban pesawat Ukraina

Iran menanggapi Selasa malam dengan menembakkan rudal ke pasukan pimpinan AS di Irak.

Itu adalah eskalasi ketegangan yang paling serius antara Amerika Serikat dan Iran dan menimbulkan kekhawatiran konflik skala penuh di Timur Tengah antara kedua musuh.

Grand Ayatollah Ali al-Sistani mengatakan, serangan itu merupakan pelanggaran kedaulatan dan bahwa tidak ada kekuatan asing yang diizinkan untuk menentukan nasib Irak.

Baca Juga: Trump: Kesepakatan dagang dengan China dapat diteken tak lama setelah 15 Januari




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kontan & The Jakarta Post Executive Pass

[X]
×