Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
8. Menjadi Diam Membuatnya Lebih Bijaksana
Buffett terkenal sebagai pendengar yang luar biasa, salah satu kekuatan introvert klasik lainnya. Dalam rapat dan percakapan, ia mengamati dan mendengarkan dengan saksama sebelum berbicara.
Kualitas ini memberinya wawasan yang mungkin tidak diketahui orang lain dan membantunya membangun hubungan yang kuat dengan pemilik bisnis yang mempertimbangkan untuk menjual ke Berkshire Hathaway.
Banyak yang mengomentari kemampuan Buffett untuk mengajukan pertanyaan yang tajam dan menyerap apa yang dikatakan orang lain.
Keterampilan mendengarkan ini memberinya informasi yang berharga sepanjang kariernya dan membangun kepercayaan dengan mitra potensial yang menghargai kejujuran dalam mendengarkan.
9. Pengambilan Keputusan yang Independen, Teguh Melawan Hype Pasar
Ciri khas pendekatan Buffett adalah kemampuannya untuk berpikir secara independen dari tren pasar—kualitas yang sering dikaitkan dengan kaum introvert yang cenderung membentuk opini mereka sendiri daripada mengikuti orang banyak.
Kemandirian ini terbukti dalam penghindarannya terhadap gelembung dot-com pada akhir 1990-an. Ia menolak untuk berinvestasi di perusahaan teknologi yang tidak ia pahami meskipun ada kritik bahwa ia kehilangan banyak hal. Disiplinnya melindungi Berkshire dari kerugian besar ketika gelembung itu pecah.
Pemikiran independen ini —mengambil keputusan berdasarkan analisisnya sendiri alih-alih tekanan eksternal— telah berulang kali melindungi investasinya dari kegilaan pasar dan memungkinkannya mengidentifikasi peluang yang tidak dihargai yang diabaikan orang lain.
Tonton: Warren Buffett Tawarkan 1 Nasihat Perencanaan Harta untuk Kelas Menengah
10. Merangkul Kekuatan Introvert Alih-alih Mengubah Sifatnya
Buffett telah merangkul kualitas introvertnya sepanjang kariernya alih-alih mencoba mengubah dirinya menjadi seorang ekstrovert.
Dia membangun sistem yang sesuai dengan kecenderungan alaminya, menciptakan pendekatan investasi dan budaya perusahaan yang menghargai analisis yang cermat, pemikiran jangka panjang, dan substansi daripada sekadar basa-basi.
Keaslian ini telah menjadi ciri khas gaya kepemimpinannya dan budaya perusahaan Berkshire.
Dengan mengandalkan kekuatannya alih-alih mencoba menyesuaikan diri dengan norma bisnis yang ekstrovert, Buffett telah menciptakan pendekatan yang khas dan sangat sukses terhadap investasi dan kepemimpinan bisnis.