Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
4. Berpikir Mendalam Daripada Bertindak, Keunggulan Investasi Seorang Introvert
Buffett terkenal menghabiskan hingga 80% hari kerjanya untuk membaca dan berpikir—kegiatan yang sangat cocok untuk seorang introvert.
Sementara kaum ekstrovert mungkin merasa gelisah tanpa interaksi sosial, Buffett berkembang pesat dalam jam-jam konsentrasi yang tenang ini.
Penelitian yang mendalam ini telah memberinya keuntungan informasi sepanjang kariernya. Kebiasaannya yang rakus membaca—membaca laporan tahunan, surat kabar, dan buku—telah menginformasikan keputusan investasi besar dari American Express hingga Apple.
Di dunia di mana banyak investor bergantung pada kiat cepat atau analisis tingkat permukaan, kecenderungan Buffett yang introvert terhadap pemikiran mendalam telah memberinya wawasan yang tidak disadari orang lain.
5. Mengatasi Rasa Takut Berbicara di Depan Publik
Perjalanan Buffett dari ketakutan berbicara di depan publik hingga dengan percaya diri berbicara di depan 40.000 orang di pertemuan tahunan Berkshire sungguh luar biasa.
Saat masih muda, ia begitu takut berbicara di depan publik sehingga ia menghindari mata kuliah yang mengharuskan presentasi.
Melalui kursus Dale Carnegie, ia mempelajari teknik untuk mengelola rasa takut ini, termasuk membingkai ulang respons fisiologisnya terhadap berbicara sebagai kegembiraan, bukan kecemasan.
Baca Juga: Kebiasaaan Buruk Bikin Miskin, Ini 2 Cara Menyingkirkannya ala Warren Buffett
Dengan menghadapi tantangan introvert klasik ini secara langsung, Buffett memperoleh kemampuan untuk mengomunikasikan visi bisnisnya secara efektif kepada investor, mitra, dan publik—keterampilan yang sangat penting untuk membangun kepercayaan pada kepemimpinannya.
6. Temperamen yang Tepat, Kepribadiannya yang Berhati-hati Membentuk Strateginya
Buffett telah menyatakan bahwa "kualitas terpenting bagi seorang investor adalah temperamen, bukan kecerdasan." Kepribadiannya yang introvert dan berhati-hati telah terbukti sempurna untuk dunia investasi.
Sementara orang lain mungkin terhanyut dalam euforia pasar atau kepanikan, Buffett mempertahankan stabilitas emosional—kualitas yang sering dikaitkan dengan kaum introvert.
Temperamen ini telah membantunya mengikuti nasihatnya yang terkenal: “Takutlah ketika orang lain rakus dan rakus saat orang lain takut.”
Dengan tetap tenang selama turbulensi pasar, ia terhindar dari kerugian besar yang berasal dari pengambilan keputusan emosional dan memanfaatkan peluang ketika orang lain panik.
Baca Juga: 8 Kebiasaan Warren Buffett yang Membuat Mentalnya Tetap Tajam Diumur 94 Tahun
7. Kesendirian Terjadwal yang Disengaja Buffett untuk Mengisi Ulang Energi
Tidak seperti banyak eksekutif dengan jadwal padat, Buffett sangat menjaga waktunya. Ia dikenal karena menjaga jadwal yang jelas, menciptakan ruang untuk berpikir dan berefleksi.
Hal ini mencerminkan kebutuhan introvert untuk menyendiri untuk mengisi ulang energi dan memproses informasi.
"Saya bersikeras agar banyak waktu dihabiskan, hampir setiap hari, hanya untuk duduk dan berpikir," Buffett menjelaskan.
Penciptaan ruang mental yang disengaja ini memungkinkan pengambilan keputusan dan pemikiran strategis yang lebih tepat.
Sementara orang lain mungkin mengisi setiap momen dengan rapat dan panggilan, pendekatan introvert Buffett terhadap manajemen waktu telah memberinya kejernihan mental yang dibutuhkan untuk membuat keputusan investasi terbaik.