kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.868   22,00   0,13%
  • IDX 8.961   24,54   0,27%
  • KOMPAS100 1.236   6,61   0,54%
  • LQ45 872   3,81   0,44%
  • ISSI 326   2,33   0,72%
  • IDX30 442   2,75   0,63%
  • IDXHIDIV20 521   3,46   0,67%
  • IDX80 138   0,79   0,58%
  • IDXV30 145   1,01   0,71%
  • IDXQ30 142   1,14   0,81%

Anomali Trump: Mengapa AS Ngotot Ingin Kuasai Greenland?


Minggu, 11 Januari 2026 / 06:28 WIB
Anomali Trump: Mengapa AS Ngotot Ingin Kuasai Greenland?
ILUSTRASI. Presiden AS menegaskan hanya moral pribadinya yang menjadi batasan. Mengapa Trump menganggap hukum internasional tidak relevan baginya? (REUTERS/Evelyn Hockstein)


Sumber: TheIndependent.co.uk | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Donald Trump menegaskan bahwa dirinya tidak perlu tunduk pada hukum internasional. Menurutnya, satu-satunya hal yang benar-benar membatasi kekuasaannya hanyalah moralitas pribadinya sendiri.

Mengutip The Independent, dalam pembelaan panjang atas serangkaian langkah kontroversial global yang ia lakukan selama sepekan terakhir, Presiden AS itu memaparkan alasan di balik tindakannya.

Hanya dalam enam hari terakhir, Trump melancarkan serangan ke Venezuela dan menangkap Presiden Nicolas Maduro, berulang kali menyatakan niat untuk mengambil alih Greenland, serta mengklaim Kolombia bisa menjadi target berikutnya.

“Saya tidak butuh hukum internasional,” kata Trump kepada The New York Times dalam wawancara di Ruang Oval. “Saya tidak berniat menyakiti orang.”

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Trump telah berulang kali menguji batas konstitusi dan hukum di AS, mulai dari memecat pimpinan lembaga independen, mencoba menafsir ulang Amandemen ke-14, hingga menghukum hakim federal yang bersikeras memberikan hak hukum bagi imigran.

Namun, keputusan terbarunya untuk melakukan operasi militer agresif tanpa persetujuan Kongres, serta ancaman untuk mengambil alih wilayah negara sekutu, membuat banyak pemimpin dunia khawatir.

Baca Juga: Kapal Tanker Venezuela Kembali, AS Langsung Sita M Sophia

Saat ditanya apakah ada batasan atas kekuasaannya, Trump menjawab, “Ya, ada satu hal. Moral saya sendiri. Pikiran saya sendiri. Itu satu-satunya yang bisa menghentikan saya.”

Ia kemudian menambahkan bahwa pemerintahannya memang perlu mengikuti hukum internasional, tetapi menurutnya hal itu “tergantung pada bagaimana definisi hukum internasional itu sendiri.”

Trump juga menjelaskan bagaimana ia memanfaatkan reputasinya yang tak terduga serta kesiapannya menggunakan kekuatan militer, seperti pengeboman Iran, sebagai alat untuk memaksa negara lain mengikuti keinginannya.

Pernyataan-pernyataannya menunjukkan bahwa Trump meyakini penggunaan kekuatan militer, ekonomi, dan pengaruh politik AS untuk mendominasi negara lain bisa lebih penting dibanding mematuhi hukum internasional atau perjanjian demi menjaga hubungan baik dengan sekutu maupun lawan.

Dalam sepekan terakhir, pemerintahannya semakin lantang menyuarakan kemungkinan penggunaan kekuatan militer AS untuk mengambil alih Greenland, wilayah milik Denmark.

“Kami membutuhkan Greenland dari sudut pandang keamanan nasional,” ujar Trump kepada wartawan pada Minggu.

Baca Juga: Serangan Drone Ukraina Menghanguskan Gudang Minyak di Distrik Oktyabrskiy, Rusia




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×