Sumber: Reuters | Editor: Handoyo
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Arsenal memasuki musim Premier League 2026-2027 dengan status berbeda. Setelah mengakhiri penantian selama 22 tahun untuk meraih gelar juara Liga Inggris musim lalu, The Gunners kini menghadapi tantangan yang jauh lebih sulit, yakni mempertahankan mahkota di kompetisi kasta tertinggi Inggris.
Sejarah Premier League menunjukkan bahwa mempertahankan gelar merupakan pencapaian langka. Hanya tiga manajer yang pernah berhasil membawa timnya menjadi juara Liga Inggris secara beruntun, yakni Alex Ferguson, Jose Mourinho, dan Pep Guardiola.
Kini, Mikel Arteta berpeluang bergabung dengan kelompok eksklusif tersebut. Pelatih asal Spanyol itu tidak lagi berperan sebagai penantang yang mengejar tim-tim papan atas, melainkan menjadi sosok yang harus mempertahankan posisi Arsenal dari kejaran para rival.
Arteta Jadi Pelatih Terlama di Premier League
Pada usia 44 tahun, Arteta masih tergolong muda untuk ukuran pelatih yang telah lama menangani sebuah klub. Namun, ia mengawali musim baru dengan catatan lebih dari 350 pertandingan sebagai manajer Arsenal dan menjadi pelatih dengan masa kerja terlama di Premier League saat ini.
Di tengah kompetisi yang dikenal tidak memiliki banyak kesabaran terhadap pelatih, Arteta berhasil melewati berbagai siklus optimisme dan kepanikan, proyek mahal, hingga pembangunan kembali skuad.
Baca Juga: Data Awal, Ekonomi Uni Eropa Melesat 0,5% Secara Kuartalan di Kuartal II-2026
Sementara itu, sejumlah rival Arsenal justru memasuki musim baru dengan perubahan di kursi pelatih. Manchester City, Liverpool, dan Chelsea mengawali musim ini bersama manajer baru. Tottenham Hotspur dan Manchester United juga masih beradaptasi setelah melakukan pergantian pelatih pada awal tahun.
Situasi tersebut membuat stabilitas Arsenal berpotensi menjadi salah satu keunggulan kompetitif terbesar mereka.
Kepercayaan klub kepada Arteta menjadi bagian penting dari perjalanan Arsenal hingga akhirnya meraih gelar Premier League setelah tiga kali finis sebagai runner-up.
"Kami memiliki tanggung jawab dan ambisi yang lebih besar dibandingkan sebelumnya. Kami tahu apa yang ada di depan," kata Arteta.
"Kami tahu kualitas dan kapasitas yang kami miliki untuk bersaing dengan tim mana pun. Kami harus membuktikan bahwa kami memang layak berada di level ini," lanjutnya.
Arsenal Perkuat Skuad Juara
Pertanyaan yang kini muncul bukan lagi apakah Arsenal mampu menjadi juara, melainkan apakah mereka mampu mempertahankan konsistensi untuk terus menang.
Komposisi skuad Arsenal menjadi salah satu alasan munculnya optimisme tersebut. Para pemain telah berkembang bersama dan melewati berbagai kegagalan sebelum akhirnya meraih trofi.
Skuad asuhan Arteta memiliki pengalaman gagal dalam perebutan gelar Premier League maupun kompetisi Eropa. Pengalaman tersebut kini menjadi modal penting setelah mereka mengetahui apa yang dibutuhkan untuk finis di posisi pertama dalam kompetisi yang sangat kompetitif.
Arsenal juga berhasil mencapai final Liga Champions musim lalu. Meski akhirnya kalah melalui adu penalti dari juara bertahan Paris Saint-Germain, pencapaian tersebut memperlihatkan bahwa kesuksesan Arsenal bukan sekadar lonjakan performa di kompetisi domestik.
Baca Juga: Harga Minyak Naik di Tengah Ancaman Blokade Laut AS terhadap Iran
Penampilan tersebut menunjukkan bahwa Arsenal telah mampu bersaing di level elite Eropa.
Meski tidak melakukan belanja besar-besaran pada bursa transfer musim panas, Arsenal tetap menunjukkan ambisi dengan mendatangkan gelandang Newcastle United, Bruno Guimaraes, dengan nilai transfer £75 juta atau sekitar US$101,24 juta.
Guimaraes merupakan gelandang komplet yang dalam beberapa kesempatan menjadi lawan yang merepotkan Arsenal. Kedatangannya memperlihatkan bahwa Arsenal ingin memperkuat skuad dari posisi sebagai juara, bukan sekadar mempertahankan kondisi yang sudah ada.
"Dia adalah seorang petarung dengan kualitas luar biasa, serta memiliki intuisi, kepemimpinan, dan karisma yang akan membantu kami. Dia benar-benar akan menghadirkan sesuatu yang berbeda dalam tim," ujar Arteta.
"Dia juga akan mendorong semua pemain di dalam tim, dan tipe pemain seperti itulah yang kami butuhkan," tambahnya.
Selain Guimaraes, winger asal Yunani, Christos Tzolis, juga menunjukkan performa menjanjikan. Ia mencatatkan tiga kontribusi gol dalam tiga pertandingan pramusim sejak bergabung pada bulan lalu.
Arteta pun memuji etos kerja Tzolis yang disebutnya "luar biasa".
Beban Arsenal Berubah Setelah Jadi Juara
Atmosfer di Arsenal kini berbeda. Ketakutan terhadap kegagalan perlahan bergeser menjadi tuntutan untuk terus menunjukkan performa terbaik.
Perubahan tersebut menjadi salah satu pencapaian terbesar Arteta selama menangani Arsenal.
Baca Juga: Mahkamah Konstitusi Afrika Selatan Hentikan Eksplorasi Lepas Pantai Shell
Ia bukan hanya mengubah posisi Arsenal dalam persaingan Premier League, tetapi juga membentuk kembali identitas klub. Arsenal yang sebelumnya berusaha mengejar standar kini mulai berada dalam posisi untuk menetapkan standar tersebut.
Tantangan berikutnya adalah membuktikan bahwa gelar musim lalu bukanlah pencapaian sesaat. Arsenal harus mampu menghadapi tekanan sebagai juara, menjaga konsistensi sepanjang musim, sekaligus mengatasi rival-rival yang kini menjadikan mereka sebagai tim yang harus dikalahkan.
Jika berhasil mempertahankan gelar Premier League 2026-2027, Arteta tidak hanya akan membawa Arsenal mencatat sejarah baru, tetapi juga masuk ke dalam kelompok manajer yang mampu melakukan sesuatu yang sangat jarang terjadi di era Premier League.













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
