kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.806   -22,00   -0,13%
  • IDX 8.116   84,10   1,05%
  • KOMPAS100 1.145   13,24   1,17%
  • LQ45 827   6,22   0,76%
  • ISSI 288   4,53   1,60%
  • IDX30 430   3,49   0,82%
  • IDXHIDIV20 516   2,72   0,53%
  • IDX80 128   1,24   0,98%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,73   0,53%

Bangkit Berkat China, Junta Myanmar Kini Punya Teman-teman Berpengaruh


Rabu, 08 Oktober 2025 / 10:03 WIB
Bangkit Berkat China, Junta Myanmar Kini Punya Teman-teman Berpengaruh
ILUSTRASI. Setelah sempat kehilangan banyak wilayah, junta militer Myanmar tampaknya mulai melakukan comeback secara perlahan. REUTERS/Ann Wang


Reporter: Barratut Taqiyyah Rafie | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Namun, pertemuan dengan Modi menjadi sorotan besar.

India selama ini bersikap pragmatis terhadap Myanmar, berfokus pada keamanan di sepanjang perbatasan yang rawan konflik, di mana India sendiri menghadapi kelompok separatis.

Modi kemudian menyebut Myanmar sebagai “pilar penting dalam kebijakan regional India”, dan menjanjikan kerja sama di bidang energi, keamanan, dan mineral langka (rare earths).

Media Myanmar bahkan mengklaim bahwa India akan mengirim pengamat untuk pemilu Myanmar Desember ini, meskipun banyak pihak menilai pemilu tersebut hanya formalitas belaka.

ASEAN Kehilangan Kendali, Barat Coba Ikut Campur

Pendekatan ASEAN yang mencoba menekan junta lewat isolasi diplomatik kini tampak gagal. Namun, tidak semua anggota ASEAN tampak keberatan.

Thailand, misalnya, menjadi pusat aktivitas pengungsi dan kelompok oposisi Myanmar, sekaligus memberi junta akses mata uang asing melalui perusahaan BUMN Thailand yang masih beroperasi di ladang gas Myanmar.

Sementara itu, Amerika Serikat mulai menunjukkan minat baru terhadap Myanmar, terutama karena kekayaan mineral langka (rare earths) di sana.

Tonton: Mayoritas Negara ASEAN Kena Tarif Trump 19%, Hanya Laos dan Myanmar Digetok Tarif 40%

Menurut Reuters, Wakil Presiden AS J.D. Vance bahkan mendiskusikan kemungkinan bekerja sama dengan Kachin Independence Army (KIA) untuk menyalurkan rare earths melalui India.

Beberapa pihak di pemerintahan AS disebut juga mempertimbangkan menjadi penengah perdamaian antara KIA dan junta sebagai bagian dari upaya membuka kembali hubungan diplomatik dengan Myanmar.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×