Sumber: Reuters | Editor: Harris Hadinata
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Samsung Electronics diperkirakan akan mencatatkan lonjakan laba operasional sebesar 160% pada kuartal keempat tahun 2025 lalu. Kenaikan ini akan dipicu oleh kekurangan cip yang parah, yang membuat harga memori melonjak tajam.
Reuters memberitakan, menurut prediksi analis, Samsung akan memperoleh laba operasional sebesar 16,9 triliun won, sekitar Rp 75,22 triliun, di periode Oktober hingga Desember 2025. Di periode yang sama tahun sebelumnya, Samsung mencetak 6,49 triliun won.
Sejumlah analis bahkan memprediksi laba operasi Samsung untuk kuartal keempat tersebut bisa mencapai lebih dari 20 triliun won, didorong oleh harga cip tradisional yang lebih tinggi dari perkiraan.
Baca Juga: Samsung Diprediksi Raup Laba Tertinggi Sejak 2022 Berkat Lonjakan Harga Chip Memori
Bila terwujud, realisasi laba operasional di kuartal keempat tahun lalu itu akan menjadi laba kuartalan tertinggi perusahaan ini sejak kuartal III-2018 silam. Saat itu laba operasional mencapai 17,6 triliun won.
Para analis juga memprediksi laba operasional Samsung diperkirakan akan meningkat lebih dari dua kali lipat di 2026 ini menjadi lebih dari 100 triliun won. Kenaikan harga cip akan mengimbangi perlambatan laba dari bisnis selulernya.
Produsen cip memori terkemuka di dunia ini akan merilis perkiraan pendapatan dan laba operasinya pada Kamis (8/1).
Baca Juga: Laba Samsung Terbang 32%, Pasokan Chip Memori dan AI Jadi Penopang Utama
Kekurangan cip global diprediksi mendorong kinerja produsen cip. Pada Desember lalu, Micron Technology memperkirakan laba bersih kuartal kedua tahun fiskal berjalan hampir dua kali lipat dari perkiraan Wall Street.
CEO Micron Sanjay Mehrotra mengatakan, ia memperkirakan pasar memori akan tetap ketat setelah tahun 2026. Dalam jangka menengah, perusahaan memperkirakan hanya akan bisa memenuhi setengah hingga dua pertiga permintaan dari beberapa pelanggan utama.
CEO Nvidia Jensen Huang mengatakan, Senin (5/1), cip generasi berikut bikinan perusahaannya sedang dalam produksi penuh. Platform Vera Rubin, yang akan menggabungkan cip HBM4, sesuai rencana akan hadir akhir tahun ini, kata Nvidia.
Baca Juga: Laba Kuartal II Samsung Anjlok 55%, Tertekan Penjualan Chip AI
Kekurangan cip terjadi karena perusahaan teknologi berebut memenuhi permintaan akal imitasi (AI) yang meningkat pesat. Harga semikonduktor telah meroket dalam beberapa bulan terakhir.
Kenaikan harga terjadi karena pergeseran industri ke cip terkait AI telah membatasi produksi memori tradisional. Sementara permintaan telah melonjak untuk cip konvensional dan canggih untuk melatih dan menjalankan model AI.
Menurut data TrendForce, harga untuk jenis cip DDR5 DRAM melonjak 314% pada kuartal keempat dibandingkan tahun sebelumnya. TrendForce memperkirakan harga kontrak DRAM konvensional akan naik 55%-60% pada kuartal ini, dari periode Oktober hingga Desember.
Baca Juga: Penjualan Chip Samsung Cetak Rekor, Fokus Produksi HBM4 Tahun Depan
"Karena harga DRAM konvensional terus melonjak, Samsung, yang kapasitas produksinya sebagian besar terkonsentrasi di segmen ini, berpotensi mendapatkan keuntungan yang relatif lebih besar dari siklus kenaikan harga saat ini," kata analis Avril Wu, TrendForce.
Cip DRAM digunakan dalam server, komputer, dan ponsel pintar untuk menyimpan data sementara dan membantu menjalankan program dan aplikasi dengan lancar dan cepat.












