kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.625.000   -5.000   -0,19%
  • USD/IDR 17.963   50,00   0,28%
  • IDX 5.716   73,19   1,30%
  • KOMPAS100 738   10,40   1,43%
  • LQ45 559   6,09   1,10%
  • ISSI 199   2,35   1,19%
  • IDX30 317   2,72   0,87%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 84   1,04   1,26%
  • IDXV30 106   -0,24   -0,23%
  • IDXQ30 102   0,48   0,47%

Cathay Pacific Pangkas Penerbangan Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar


Sabtu, 11 April 2026 / 16:43 WIB
Cathay Pacific Pangkas Penerbangan Imbas Lonjakan Harga Bahan Bakar
ILUSTRASI. Maskapai Penerbangan Terbaik di Dunia - Cathay Pacific (DOK/cathaypacific.com)


Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana

KONTAN.CO.ID - HONG KONG. Maskapai penerbangan Cathay Pacific Airways akan mengurangi sejumlah penerbangan mulai pertengahan Mei hingga akhir Juni 2026. Keputusan ini diambil menyusul lonjakan harga bahan bakar jet akibat konflik yang masih berlangsung di kawasan Timur Tengah.

Dalam pernyataan resminya, Cathay Pacific menyebutkan akan membatalkan sekitar 2% dari total jadwal penerbangan penumpang pada periode 16 Mei hingga 30 Juni 2026. Sementara itu, anak usaha berbiaya rendahnya, HK Express, akan memangkas sekitar 6% penerbangan mulai 11 Mei.

Maskapai juga memastikan bahwa penghentian sementara layanan penerbangan penumpang ke Dubai dan Riyadh tetap berlaku hingga 30 Juni 2026.

Baca Juga: Delegasi AS Tiba di Pakistan, Negosiasi Damai dengan Iran Siap Dimulai

Sebelumnya, CEO Cathay Pacific, Ronald Lam, menyatakan perusahaan tetap berencana meningkatkan kapasitas penumpang sebesar 10 persen sepanjang tahun ini. Hal tersebut didorong oleh tingginya permintaan penerbangan jarak jauh ke Amerika Utara, Eropa, dan Australia, terutama setelah konflik Iran mengganggu lalu lintas penerbangan di Timur Tengah.

Untuk periode setelah Juni, Cathay Pacific dan HK Express berencana kembali mengoperasikan seluruh jadwal penerbangan penumpang seperti biasa.

Di sisi lain, gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran yang diinisiasi Presiden Donald Trump dinilai belum mampu memberikan dampak cepat bagi industri penerbangan global. Para pelaku industri memperkirakan pasokan bahan bakar jet akan tetap terbatas dan mahal dalam beberapa bulan ke depan, bahkan jika Iran kembali membuka Selat Hormuz.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Tag


TERBARU

[X]
×