kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.893.000   30.000   1,05%
  • USD/IDR 17.161   17,00   0,10%
  • IDX 7.686   10,05   0,13%
  • KOMPAS100 1.065   2,70   0,25%
  • LQ45 767   2,66   0,35%
  • ISSI 279   2,09   0,75%
  • IDX30 408   1,66   0,41%
  • IDXHIDIV20 493   1,92   0,39%
  • IDX80 119   0,39   0,33%
  • IDXV30 139   2,00   1,46%
  • IDXQ30 130   0,29   0,22%

China Minta Maersk dan MSC Hentikan Operasi Pelabuhan di Terusan Panama


Rabu, 15 April 2026 / 13:13 WIB
China Minta Maersk dan MSC Hentikan Operasi Pelabuhan di Terusan Panama
ILUSTRASI. Pelabuhan Balboa Terusan Panama (REUTERS/Aris Martinez)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Pemerintah China dilaporkan meminta dua raksasa pelayaran global, Maersk dan Mediterranean Shipping Company (MSC), untuk menghentikan operasi mereka di pelabuhan yang berada di kawasan Terusan Panama.

Laporan tersebut diungkap oleh Financial Times pada Rabu (15/4/2026), yang menyebutkan bahwa instruksi itu disampaikan dalam pertemuan antara kedua perusahaan dengan otoritas perencana negara China bulan lalu.

Baca Juga: Daftar Kapal Tanker Minyak yang Melintasi Selat Hormuz di Tengah Perang Iran

Dalam pertemuan tersebut, Maersk dan MSC diminta segera menarik diri dari pelabuhan Balboa dan Cristóbal.

Hingga kini, laporan tersebut belum dapat dikonfirmasi secara independen oleh Reuters. Pihak Maersk, MSC, Kementerian Luar Negeri China, maupun otoritas perencana negara belum memberikan tanggapan resmi atas permintaan komentar.

Dalam laporan itu juga disebutkan bahwa kedua perusahaan diminta untuk tidak terlibat dalam aktivitas yang dianggap merugikan kepentingan perusahaan China, serta tetap menjunjung etika bisnis dan aturan internasional.

Baca Juga: Kejaksaan AS Datangi Proyek The Fed Secara Mendadak, Tekanan ke Bank Sentral Memanas

Operasi Masih Berjalan Sementara

Pemerintah Panama sebelumnya memberikan konsesi sementara selama 18 bulan agar operasional pelabuhan tetap berjalan.

Saat ini, Balboa dikelola oleh APM Terminals unit usaha Maersk. Sementara pelabuhan Cristóbal dioperasikan oleh Terminal Investment Limited (TIL), unit dari MSC.

Terkait Rencana Akuisisi Global

Isu ini juga berkaitan dengan langkah strategis CK Hutchison yang pada Maret 2025 mengumumkan rencana penjualan 43 pelabuhan di 23 negara, termasuk Balboa dan Cristóbal.

Aset tersebut rencananya akan dijual ke konsorsium yang dipimpin oleh BlackRock bersama keluarga Gianluigi Aponte, pendiri MSC.

Rencana divestasi tersebut memicu kritik dari pemerintah China, yang menilai langkah itu berpotensi memengaruhi kepentingan strategis mereka dalam rantai logistik global.

Baca Juga: Dana Pensiun Australia Borong Saham Global Saat Pasar Terguncang Perang Iran

Implikasi Geopolitik

Permintaan China kepada Maersk dan MSC menambah ketegangan dalam dinamika geopolitik global, khususnya di sektor logistik dan perdagangan internasional.

Terusan Panama sendiri merupakan salah satu jalur pelayaran tersibuk di dunia yang menghubungkan Samudra Atlantik dan Pasifik, sehingga memiliki nilai strategis tinggi bagi distribusi barang global.

Jika kebijakan ini benar-benar diterapkan, maka potensi gangguan terhadap rantai pasok global bisa semakin besar, di tengah ketidakpastian ekonomi dan meningkatnya rivalitas geopolitik antarnegara.




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×