Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari
KONTAN.CO.ID - SEOUL. Saudara perempuan pemimpin Korea utara Kim Jong Un, Kim Yo Jong yang berpengaruh, mendesak Korea Selatan untuk menyelidiki insiden drone baru-baru ini untuk penjelasan rinci, dalam sebuah pernyataan yang disiarkan oleh media pemerintah KCNA pada hari Minggu (11/1/2025).
Kim mengatakan, dia secara pribadi menghargai Korea Selatan karena "membuat keputusan bijak" untuk mengumumkan "sikap resminya" bahwa mereka "tidak memiliki niat untuk melakukan provokasi," memperingatkan bahwa provokasi apa pun akan mengakibatkan situasi yang mengerikan.
Drone diterbangkan dari Korea Selatan ke Korea Utara pada awal bulan ini, setelah pelanggaran wilayah udara lainnya pada bulan September, kata militer Korea Utara pada hari Sabtu (10/1/2026), yang segera diikuti oleh tanggapan Korea Selatan bahwa drone tersebut tidak dioperasikan oleh militer.
Korea Selatan juga mengatakan akan ada penyelidikan menyeluruh terhadap kemungkinan warga sipil yang mengoperasikan drone tersebut, memperjelas pendiriannya bahwa mereka tidak memiliki niat untuk melakukan provokasi.
Baca Juga: Peringatan Keras Kremlin: Oreshnik Mengubah Total Aturan Negosiasi Damai
"Yang jelas adalah fakta bahwa drone dari ROK melanggar wilayah udara negara kami," kata Kim. ROK adalah singkatan dari Republik Korea, nama resmi Korea Selatan.
"Tidak peduli siapa pelakunya dan apakah itu perbuatan oleh organisasi atau individu sipil mana pun, pihak berwenang yang bertanggung jawab atas keamanan nasional tidak akan pernah bisa menghindari tanggung jawab mereka atas hal itu," katanya.












