kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.554.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 18.060   58,00   0,32%
  • IDX 5.328   49,47   0,94%
  • KOMPAS100 686   6,42   0,94%
  • LQ45 536   5,41   1,02%
  • ISSI 181   1,90   1,06%
  • IDX30 301   3,09   1,04%
  • IDXHIDIV20 393   4,01   1,03%
  • IDX80 79   0,89   1,14%
  • IDXV30 109   1,50   1,39%
  • IDXQ30 99   1,11   1,13%

Elon Musk Kembali Buka Peluang Merger Tesla dan SpaceX


Rabu, 21 Oktober 2026 / 06:18 WIB
Elon Musk Kembali Buka Peluang Merger Tesla dan SpaceX
ILUSTRASI. Pendapatan SpaceX melonjak 161% menjadi US$ 14,58 miliar dengan laba bersih capai US$ 4,4 miliar di kuartal III-2026 (REUTERS/Dado Ruvic)


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - NEW YORK. Elon Musk membuka peluang merger antara dua perusahaannya, SpaceX dan Tesla. Dia menyebut, penggabungan dua usaha tersebut akan menjadi "ide yang bagus" dan bahwa mereka telah membentuk komite khusus untuk mendiskusikan penyatuan tersebut.

Pernyataan ini mendorong kenaikan saham perusahaan antariksa dan teknologi tersebut sebesar 4,9% dalam perdagangan di luar jam bursa (extended trading).

Sebelumnya, SpaceX mencatatkan laba pertamanya sebagai perusahaan publik, dan Musk menyatakan bahwa perusahaan berada di jalur untuk mencapai tingkat pendapatan tahunan (annual revenue run rate) hingga US$ 1 triliun.

Di masa lalu, Musk sempat melontarkan gagasan merger tersebut kepada para pemegang saham, dengan alasan adanya tumpang tindih yang kian besar antara kedua perusahaan tersebut. Spekulasi mengenai kemungkinan SpaceX mengakuisisi Tesla ini semakin menguat belakangan ini.  Pekan lalu, Barclays mengisyaratkan bahwa kesepakatan tersebut mungkin akan diumumkan sebelum rapat tahunan Tesla pada bulan Desember.

Baca Juga: Harga Minyak Ditutup Melemah di Tengah Rencana Iran Bahas Mediasi dengan Pakistan

"Menurut saya, itu akan menjadi ide yang bagus, tetapi keputusan sepenuhnya bergantung pada komite khusus dari masing-masing perusahaan," ujar Musk.

Ini merupakan konfirmasi resmi pertama bahwa kedua perusahaan tersebut sedang melakukan pembicaraan formal.

"Karena saya merupakan pihak yang memiliki benturan kepentingan, saya tidak dapat terlibat dalam diskusi komite khusus tersebut," jelasnya kepada para investor dalam sebuah panggilan konferensi.

Musk menambahkan bahwa pada akhirnya, para pemegang sahamlah yang harus menyetujui kesepakatan tersebut.

Pendapatan SpaceX melonjak 161% menjadi US$ 14,58 miliar untuk periode tiga bulan yang berakhir pada 30 September 2026, dibandingkan tahun sebelumnya.

Pendapatan dari sektor kecerdasan buatan (AI) melesat hampir 10 kali lipat menjadi US$ 7,56 miliar di periode Juli-September 2026, yang sebagian besar berasal dari penyewaan kapasitas pusat data kepada para pengembang seperti Anthropic, Google (milik Alphabet), dan Reflection AI, alih-alih dari model AI buatan SpaceX sendiri.

"Kita berada di titik balik bagi SpaceX, baik dalam aspek peluncuran, konektivitas, maupun superintelijen," ujar Musk dalam panggilan tersebut.

Ia menutup bagian pernyataannya dengan komentar yang tampaknya tidak direncanakan sebelumnya: "Singkatnya, ini berarti pendapatan berulang tahunan SpaceX pada akhir tahun 2027 diperkirakan berada di kisaran US$ 500 miliar hingga US$ 1 triliun."

Baca Juga: Singapura Surati 10 Perusahaan Indonesia soal Karhutla & Kabut Asap, Ini Daftarnya

Kuartal ketiga memberikan bukti paling nyata sejauh ini bahwa investasi besar-besaran SpaceX di bidang AI mulai menghasilkan pendapatan, meskipun pengeluaran untuk infrastruktur komputasi tetap sangat tinggi—dengan belanja modal yang meningkat hampir tiga kali lipat.

Pergeseran ini mengubah wajah perusahaan yang selama ini mengandalkan layanan internet Starlink sebagai mesin keuangannya, sementara ambisi jangka panjangnya masih bergantung pada keberhasilan pengoperasian roket Starship secara rutin. Untuk saat ini, bisnis utamanya lebih menyerupai penyedia layanan cloud dibandingkan laboratorium AI.

PENDAPATAN AI MENDORONG TRANSFORMASI SPACEX

Direktur Keuangan SpaceX Bret Johnsen menegaskan kembali bahwa perusahaan menargetkan pendapatan berulang tahunan sekitar US$ 100 miliar pada akhir tahun 2026.

Ia menyebutkan bahwa perusahaan mengantisipasi belanja modal sebesar US$ 35 miliar hingga US$ 40 miliar pada kuartal IV-2026. Pada kuartal III-2026, sektor AI menyerap US$ 16,4 miliar dari total belanja modal perusahaan yang mencapai US$ 19,6 miliar.

"SpaceX menyajikan kuartal yang diharapkan oleh para investor yang optimistis, setidaknya dari sisi pendapatan kotor," kata Will Rhind, CEO perusahaan manajemen aset GraniteShares.

"Saat ini, fokus utamanya adalah AI. Kontrak komputasi yang ditandatangani awal tahun ini ternyata lebih cepat menghasilkan pendapatan daripada perkiraan banyak orang."

Bisnis AI perusahaan mencakup Grok, platform media sosial X, serta operasi pusat data yang berkembang pesat. Kerugian operasional pada unit AI tergolong besar, dan SpaceX telah memperingatkan bahwa mereka akan membutuhkan investasi berkelanjutan sebelum dapat mencetak laba secara konsisten. Namun, perusahaan ini berhasil membukukan laba pada kuartal ketiga, berbeda dengan kerugian yang dialami pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Baca Juga: Prancis Kerahkan Militer Hadapi Gelombang Demonstrasi, Investor Cemas

"Dengan pendapatan dari sektor AI yang kini menjadi lini bisnis terbesar perusahaan, bisnis berskala masif (hyperscale) milik perusahaan dengan cepat memberikan kekuatan operasional dan daya ungkit yang akan mendukung kemajuan dalam bisnis satelit dan peluncuran roketnya," ujar Daniel Newman, CEO grup riset teknologi The Futurum Group.

"Kekuatan dan diversifikasi SpaceX yang terus meningkat membuat merger dengan Tesla terasa semakin mungkin terjadi dalam waktu dekat."

SpaceX melaporkan laba bersih sebesar US$ 4,4 miliar, berbanding terbalik dengan kerugian bersih sebesar US$ 1,1 miliar pada tahun sebelumnya, serta melampaui ekspektasi analis yang memprediksi laba sebesar US$ 1,57 miliar. Berdasarkan perhitungan IBES, laba per saham yang disesuaikan mencapai 45 sen, jauh di atas estimasi rata-rata sebesar 13 sen.

JUMLAH PELANGGAN STARLINK MELAMPAUI PRAKIRAAN

Unit layanan internet satelit ini terus memperluas basis pelanggannya, didorong oleh peluncuran satelit tambahan serta jangkauan layanan yang kian luas—mencakup sektor konsumen, perusahaan, penerbangan, maritim, hingga pemerintahan.

Pada kuartal III-2026, jumlah pelanggan Starlink mencapai 13,6 juta, melampaui angka 12,19 juta yang diperkirakan oleh para analis. Namun, pertumbuhan ini bukannya tanpa biaya.

Baca Juga: Qualcomm Bakal PHK Karyawan Global, Pemberitahuan Dimulai November

Pendapatan rata-rata bulanan per pelanggan telah turun dari US$ 99 pada tahun 2023 menjadi US$ 69 pada kuartal III-2026 seiring dengan ekspansi ke luar negeri dengan paket yang lebih murah.

Perusahaan tersebut mengatakan bahwa ekspansi geografis di luar negara-negara terkaya dapat menurunkan pendapatan rata-rata per pengguna seiring waktu.


Analisis Untukmu

Berita ini artinya apa buat kamu?

Video Terkait



TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×