CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

FAA Dorong Pengembangan Taksi Udara hingga Pesawat Supersonik Generasi Baru


Selasa, 21 Juli 2026 / 17:47 WIB
FAA Dorong Pengembangan Taksi Udara hingga Pesawat Supersonik Generasi Baru
ILUSTRASI. Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat FAA tengah mempercepat upaya untuk mendukung pengembangan taksi udara (KONTAN/Fenie Chintya)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - FARNBOROUGH. Otoritas Penerbangan Federal Amerika Serikat atau Federal Aviation Administration (FAA) tengah mempercepat upaya untuk mendukung pengembangan taksi udara, pesawat supersonik, peluncuran antariksa, serta memperluas operasi drone sebagai bagian dari transformasi industri penerbangan generasi berikutnya.

Wakil Administrator FAA Chris Rocheleau mengatakan lembaganya saat ini berupaya mengatasi berbagai tantangan terkait sertifikasi dan regulasi. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan inovasi di sektor penerbangan dapat berkembang tanpa terhambat oleh aturan yang terlalu ketat.

"Kami ingin memastikan bahwa kami tidak terlalu membatasi melalui standar-standar tersebut dan memberikan ruang bagi industri untuk mendorong inovasi," ujar Rocheleau dalam wawancara dengan Reuters di ajang Farnborough Airshow, Senin (20/7/2026).

Pada tahun lalu, FAA meluncurkan program percontohan untuk membantu pengembangan pesawat listrik lepas landas dan mendarat vertikal atau electric vertical takeoff and landing (eVTOL) memasuki tahap operasional.

Baca Juga: Wacana Piala Dunia 64 Tim Berpotensi Ubah Peta Ekonomi Sepak Bola Dunia

Menurut Rocheleau, data yang dikumpulkan dari program tersebut, yang melibatkan delapan perusahaan mitra di 26 negara bagian AS, akan menjadi dasar dalam proses sertifikasi.

"Tujuan utama dari program ini adalah menghadirkan teknologi dan pesawat baru ke dalam sistem penerbangan nasional dengan cara yang aman dan efisien," kata Rocheleau.

Perusahaan-perusahaan pengembang taksi udara saat ini berlomba mendapatkan persetujuan regulator dan mengomersialkan armada eVTOL untuk memenuhi permintaan transportasi perkotaan yang lebih cepat dan berkelanjutan.

Pesawat tersebut dirancang untuk lepas landas dan mendarat secara vertikal guna mengangkut penumpang menuju bandara maupun perjalanan jarak pendek di dalam kota, sehingga dapat mengurangi kemacetan.

CEO Archer Aviation, Adam Goldstein, membandingkan peluncuran eVTOL dengan strategi ekspansi bertahap yang dilakukan unit kendaraan otonom Waymo milik Google.

"Saya rasa dunia telah belajar banyak dari cara kendaraan otonom diluncurkan," ujar Goldstein.

Menurut dia, program percontohan FAA memberikan kesempatan bagi industri eVTOL untuk menerapkan teknologi tersebut secara bertahap di beberapa kota dalam wilayah terbatas.

"Program ini memungkinkan pengembangan dilakukan di beberapa kota dalam area tertentu sehingga kami dapat menyelesaikan berbagai kendala dalam sistem," kata Goldstein.

Baca Juga: Ada Upaya Mediasi AS dan Iran, Harga Minyak Dunia Turun Lebih dari 1%

Di sisi lain, FAA juga mempercepat pembaruan aturan penerbangan supersonik. Pada Juni lalu, FAA mengusulkan aturan pertama dari dua regulasi yang dibutuhkan untuk mencabut larangan penerbangan supersonik di atas daratan yang diberlakukan sejak 1973.

Lembaga tersebut berencana mengajukan aturan kedua yang akan menetapkan ambang batas kebisingan yang diperbolehkan saat lepas landas, pendaratan, dan penerbangan supersonik. Kedua aturan tersebut ditargetkan rampung pada pertengahan 2027.

"Kami menilai aturan yang ada saat ini sudah lama dan tidak lagi relevan," ujar Rocheleau.

Era penerbangan komersial supersonik reguler berakhir pada 2003 setelah pesawat Concorde, yang dioperasikan oleh Air France dan British Airways selama 27 tahun, resmi dipensiunkan.

Setelah regulasi baru diterapkan, FAA bersama regulator penerbangan lainnya masih harus menyelesaikan proses sertifikasi pesawat supersonik sebelum teknologi tersebut dapat kembali digunakan secara komersial.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×