kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Korea Utara mungkin memiliki cara baru yang licik dalam menembakkan nuklir


Rabu, 15 September 2021 / 06:08 WIB
ILUSTRASI. Korea Utara baru saja menguji rudal jenis baru selama akhir pekan. KCNA via REUTERS


Sumber: Popular Mechanics,Popular Mechanics | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - PYONGYANG. Korea Utara baru saja menguji rudal jenis baru selama akhir pekan. Rudal tersebut dirancang untuk menembus pertahanan udara musuh-musuhnya. Yang mengkhawatirkan, rudal tersebut bisa memiliki kemampuan nuklir.

Melansir Popular Mechanics, rudal jelajah yang tidak disebutkan namanya itu disebut-sebut menyerupai rudal jelajah Tomahawk Angkatan Laut AS, dirancang untuk terbang di bawah jangkauan sistem radar musuh, dan dilaporkan mampu menyerang pangkalan militer Amerika di Korea Selatan dan Jepang.

Surat kabar yang dikelola pemerintah Korea Utara, Rodong Sinmun, melaporkan bahwa uji coba itu dilakukan pada 11 dan 12 September. Koran itu menyebut rudal itu sebagai "senjata strategis", sebuah referensi umum untuk sistem senjata berkemampuan nuklir. 

Menurut Rodong Sinmun, pengembangan senjata memakan waktu dua tahun. Pejabat dan ilmuwan Korea Utara melakukan tes rinci bagian rudal, sejumlah tes dorong tanah mesin, berbagai tes penerbangan, tes kontrol dan bimbingan, tes kekuatan hulu ledak, dan lainnya.

Baca Juga: Andaikan pecah perang antara AS dengan Rusia-China, dunia akan hancur

Pejabat Korea Utara mengklaim bahwa satu rudal melakukan perjalanan selama 7.580 detik (dua jam, enam menit, dan 20 detik) dan menempuh jarak 932 mil. 

Dengan luas 46.000 mil persegi, Korea Utara adalah negara yang cukup kecil—sedikit lebih kecil dari negara bagian Mississippi—dan bentangan daratan terpanjang hanya berjarak 385 mil dari Zona Demiliterisasi antara Korea Utara dan Korea Selatan hingga ke perbatasan China. 

Dengan wilayah yang kecil itu, tentunya mencegah uji coba rudal garis lurus. Sebagai gantinya, rudal itu terbang dengan pola oval dan angka delapan di seluruh negeri.

Sebagian besar rudal jarak jauh Korea Utara adalah rudal balistik. Rudal balistik adalah roket besar dan kuat yang bergerak lurus ke atas dan mengirimkan hulu ledaknya ke orbit rendah Bumi (atau atmosfer atas) pada lintasan balistik. 

Baca Juga: AS sebut, uji coba rudal Korea Utara timbulkan ancaman bagi tetangga dan dunia




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×