kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   3.000   0,11%
  • USD/IDR 17.911   11,00   0,06%
  • IDX 6.334   -5,54   -0,09%
  • KOMPAS100 835   -3,80   -0,45%
  • LQ45 633   -4,09   -0,64%
  • ISSI 218   -0,18   -0,08%
  • IDX30 356   -2,06   -0,58%
  • IDXHIDIV20 441   -2,49   -0,56%
  • IDX80 95   -0,52   -0,54%
  • IDXV30 119   0,04   0,03%
  • IDXQ30 114   -0,74   -0,65%

Libatkan pembom, China makin sering latihan militer di Laut China Selatan


Selasa, 21 Juli 2020 / 23:55 WIB


Reporter: SS. Kurniawan | Editor: S.S. Kurniawan

"China dipaksa mengambil tindakan balasan untuk menjaga kedaulatan nasional dan integritas teritorialnya," katanya.

Latihan PLA di Laut China Selatan sering terjadi, dan juga bukan pertama kalinya mereka mengerahkan pesawat tempur dan kapal perang di pulau-pulau di kawasan tersebut, para pengamat militer mencatat.

Menurut gambar satelit asing, PLA mengerahkan sistem peringatan dini dan kontrol udara KJ-500 serta pesawat anti-kapal selam Y-8 di Yongshu Reef pada Mei lalu. Di Juni 2019, jet tempur J-10 juga mereka kerahkan ke Pulau Yongxing.

Mengonfirmasi pengerahan J-10 pada Juni 2019, juru bicara Kementerian Pertahanan China Ren Guoqiang mengatakan pada konferensi pers rutin bulan itu, adalah hak sah negara berdaulat untuk menggunakan fasilitas dan melakukan pelatihan di wilayah mereka sendiri. 

Baca Juga: Myanmar jadi medan pertempuran baru AS dengan China

"Tindakan China adalah sah, wajar, dan adil," ujarnya.

Hanya, China seharusnya tidak terburu-buru mengumumkan Zona Identifikasi Pertahanan Udara (ADIZ) di Laut China Selatan. Sebab, itu bisa melukai negara-negara anggota ASEAN lebih dari AS. 

"Akibatnya, merusak hubungan antara China dan anggota ASEAN, dan AS akan memiliki banyak langkah baru yang lebih praktis," kata Wu Shicun, Presiden Institut Nasional untuk Studi Laut China Selatan, kepada Global Times.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×