kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.772.000   35.000   1,28%
  • USD/IDR 16.957   -16,00   -0,09%
  • IDX 9.010   -124,37   -1,36%
  • KOMPAS100 1.238   -17,33   -1,38%
  • LQ45 871   -12,96   -1,47%
  • ISSI 330   -4,30   -1,29%
  • IDX30 446   -8,42   -1,86%
  • IDXHIDIV20 522   -16,69   -3,10%
  • IDX80 137   -2,04   -1,46%
  • IDXV30 144   -4,36   -2,93%
  • IDXQ30 142   -3,40   -2,34%

Pengadilan Jepang Vonis Penjara Seumur Hidup Pembunuh Mantan PM Shinzo Abe


Rabu, 21 Januari 2026 / 16:29 WIB
Pengadilan Jepang Vonis Penjara Seumur Hidup Pembunuh Mantan PM Shinzo Abe
ILUSTRASI. Tetsuya Yamagami divonis penjara seumur hidup atas pembunuhan Shinzo Abe. Putusan pengadilan ini mengakhiri kasus yang mengguncang Jepang dan dunia. (Kim Kyung-Hoon/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - NARA, JEPANG. Pengadilan Distrik Nara pada Rabu (21/1/2026) menjatuhkan vonis penjara seumur hidup kepada Tetsuya Yamagami (45), pelaku penembakan yang menewaskan mantan Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe.

Putusan ini mengakhiri proses hukum atas insiden yang mengguncang Jepang dan dunia internasional pada Juli 2022 lalu.

Yamagami ditangkap di lokasi kejadian setelah menembak Abe menggunakan senjata rakitan saat mantan perdana menteri tersebut tengah menyampaikan pidato kampanye di Kota Nara, Jepang barat.

Shinzo Abe, yang merupakan perdana menteri dengan masa jabatan terlama dalam sejarah Jepang, meninggal dunia pada usia 67 tahun.

Putusan bersalah terhadap Yamagami sejatinya hampir pasti, setelah ia mengakui perbuatannya pada sidang perdana yang digelar Oktober lalu. Fokus persidangan kemudian tertuju pada berat-ringannya hukuman yang akan dijatuhkan.

Baca Juga: China Serukan Dunia Cegah Jepang Kembali ke Jalur Militerisme

Dalam amar putusannya, Hakim Shinichi Tanaka menyebut aksi penembakan tersebut sebagai tindakan “keji”. Ia menegaskan bahwa penggunaan senjata api di tengah kerumunan massa merupakan kejahatan yang sangat berbahaya dan bersifat jahat, sebagaimana dikutip media penyiaran publik NHK.

Jaksa penuntut umum menuntut hukuman penjara seumur hidup, dengan menyebut pembunuhan Shinzo Abe sebagai “insiden yang sangat serius dan belum pernah terjadi dalam sejarah Jepang pascaperang”.

Sementara itu, tim kuasa hukum Yamagami meminta hukuman lebih ringan, maksimal 20 tahun penjara, dengan alasan masalah keluarga yang berkaitan dengan Gereja Unifikasi menjadi motif utama pelaku.

Meski tidak lagi menjabat sebagai perdana menteri saat tewas, Abe masih menjadi figur berpengaruh dan pemersatu di tubuh Partai Demokrat Liberal (LDP) yang berkuasa.

Kepergiannya meninggalkan kekosongan politik di partai tersebut, yang sejak itu mengalami dua kali perebutan kepemimpinan dan silih bergantinya perdana menteri.

Baca Juga: Wisatawan China ke Jepang Anjlok 45%, Ini Penyebabnya!

Shinzo Abe sendiri menjabat sebagai perdana menteri Jepang selama total 3.188 hari dalam dua periode berbeda, sebelum mengundurkan diri pada September 2020 dengan alasan kesehatan.

Saat ini, kepemimpinan Jepang dan LDP berada di tangan Sanae Takaichi, yang dikenal sebagai anak didik politik Abe, meski dominasi partai tersebut dinilai mulai melemah.

Keterkaitan dengan Gereja Unifikasi

Kasus pembunuhan Abe juga menyingkap hubungan mendalam antara LDP dan Gereja Unifikasi, sebuah organisasi yang kerap dianggap sebagai sekte.

Investigasi internal partai menemukan lebih dari 100 anggota parlemen memiliki hubungan dengan kelompok tersebut, yang memicu penurunan kepercayaan publik dan membuat sebagian pemilih menjauh dari LDP.

Media melaporkan bahwa Yamagami menyimpan dendam terhadap Gereja Unifikasi setelah ibunya memberikan sumbangan besar yang menyebabkan kesulitan finansial bagi keluarganya.

Ia mengaku melampiaskan kemarahannya kepada Abe karena mantan perdana menteri itu pernah mengirimkan pesan video untuk sebuah acara yang berafiliasi dengan gereja tersebut.

Baca Juga: Pasar Saham Jepang Goyah: Ini Sektor Paling Terdampak Aksi Jual Investor

Gereja Unifikasi didirikan di Korea Selatan pada 1954 dan dikenal luas melalui penyelenggaraan pernikahan massal. Jepang disebut sebagai salah satu sumber pendanaan utama organisasi tersebut.

Di kancah internasional, meski menjadi sosok yang kontroversial di dalam negeri, Shinzo Abe dikenal memiliki hubungan dekat dengan sejumlah pemimpin dunia, termasuk Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

Abe menjadi pemimpin asing pertama yang bertemu Trump setelah kemenangan pemilu AS 2016, dan keduanya menjalin hubungan personal yang erat, termasuk melalui pertemuan informal seperti bermain golf di AS dan Jepang.

Perdana Menteri Sanae Takaichi kerap merujuk hubungan persahabatan tersebut dalam komunikasi diplomatiknya dengan Trump.

Selanjutnya: Dolar AS Menguat Jelang Pidato Trump di Davos, Ketegangan Tarif Tekan Pasar Global

Menarik Dibaca: Hasil Indonesia Masters 2026: 3 Ganda Campuran ke 16 Besar, Segel 1 Tiket 8 Besar




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×