kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Perdana Menteri Australia Dijadwalkan Bertemu Trump Bahas Tanah Jarang


Minggu, 19 Oktober 2025 / 12:44 WIB
Perdana Menteri Australia Dijadwalkan Bertemu Trump Bahas Tanah Jarang
ILUSTRASI. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin (20/10/2025). Keduanya akan membahas mengenai rantai pasok bahan tanah jarang. REUTERS/Hollie Adams


Sumber: Bloomberg | Editor: Putri Werdiningsih

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdana Menteri Australia, Anthony Albanese diperkirakan akan bertemu dengan Presiden AS Donald Trump pada Senin (20/10/2025). Keduanya akan membahas mengenai rantai pasok bahan tanah jarang. 

"Saya menantikan pertemuan yang positif dan konstruktif dengan Presiden Trump di Gedung Putih," ujar Albanese pada Minggu (19/10/2025) sebelum bertolak ke Amerika Serikat. 

Baca Juga: Trump Teken Kebijakan Ganda: Insentif Produksi Otomotif dan Tarif Baru Truk Impor

Menteri Sumber Daya Australia, Madeleine King dan menteri industri dan Inovasi dijadwalkan akan menemani Albanese selama sebagian kunjungan. 

Pertemuan tersebut terjadi saat minat pemerintahan Trump terhadap sumber daya mineral penting telah memicu spekulasi bahwa pemerintah AS mungkin mengambil saham di perusahaan tambang Australia sebagai bagian dari hubungan strategis yang lebih luas. 

Selain itu, hal penting yang menjadi perhatian Albanese adalah nasib perjamjian keamanan Aukus yang ditandatangani AS dengan Australia dan Inggris pada tahun 2021 untuk melawan ekspansi militer China di kawasan Indo Pasifik. 


Tag


TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×