Sumber: Money Wise | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
Dalam kondisi seperti ini, banyak investor mencari cara untuk melindungi kekayaan mereka dari risiko inflasi dan pelemahan mata uang.
Ray Dalio menekankan pentingnya diversifikasi, termasuk memiliki aset lindung nilai seperti emas.
Menurut Dalio, emas kerap menjadi aset pelindung saat kondisi ekonomi dan geopolitik memburuk. Emas tidak bisa “dicetak” seperti uang kertas dan tidak bergantung pada satu negara atau mata uang.
Dalam 12 bulan terakhir, harga emas tercatat naik lebih dari 70%, meski sempat mengalami koreksi.
Sejumlah tokoh keuangan bahkan memperkirakan emas masih berpotensi naik lebih tinggi di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Tonton: Istana Wapres Rampung, Gibran dan ASN Bersiap Mulai Aktivitas di IKN pada 2026
Properti dan Aset Alternatif Jadi Pilihan
Selain emas, properti juga kerap dianggap sebagai lindung nilai terhadap inflasi. Saat inflasi naik, harga properti dan sewa biasanya ikut meningkat.
Dalam 10 tahun terakhir, indeks harga rumah nasional AS versi Case-Shiller tercatat naik lebih dari 87%, mencerminkan kuatnya permintaan dan terbatasnya pasokan.
Di sisi lain, sebagian investor juga mulai melirik aset alternatif, seperti real estate fractional, logam mulia, hingga karya seni, sebagai cara untuk mendiversifikasi portofolio dan melindungi nilai kekayaan.













