kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.814   80,00   0,48%
  • IDX 7.655   -665,89   -8,00%
  • KOMPAS100 1.056   -92,81   -8,08%
  • LQ45 750   -62,28   -7,66%
  • ISSI 279   -26,33   -8,63%
  • IDX30 390   -28,00   -6,70%
  • IDXHIDIV20 463   -30,35   -6,15%
  • IDX80 117   -10,49   -8,25%
  • IDXV30 128   -10,57   -7,65%
  • IDXQ30 126   -8,28   -6,17%

Powell Bungkam soal Nasibnya, Ingatkan Penerus The Fed Jauhi Politik


Kamis, 29 Januari 2026 / 08:22 WIB
Powell Bungkam soal Nasibnya, Ingatkan Penerus The Fed Jauhi Politik
ILUSTRASI. Jerome Powell, Chairman The Fed (KONTAN/The Fed)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Ketua Federal Reserve Jerome Powell pada Rabu (28/1/2026) waktu setempat menghindari pertanyaan mengenai masa depannya di bank sentral Amerika Serikat (AS) maupun penyelidikan pidana yang diluncurkan pemerintahan Presiden Donald Trump.

Namun, ia menyampaikan satu pesan tegas bagi siapa pun yang kelak menggantikannya.

“Jauhi politik elektoral. Jangan terseret ke dalam politik elektoral. Jangan lakukan itu,” ujar Powell dalam konferensi pers rutin usai pertemuan kebijakan moneter The Fed.

Baca Juga: Kantor Pemilu Georgia Digeledah FBI, Sengketa Pilpres 2020 AS Memanas Lagi

Konferensi pers kali ini jauh dari format biasa yang umumnya berfokus pada prospek ekonomi dan arah suku bunga.

Powell berulang kali dicecar pertanyaan terkait penyelidikan Departemen Kehakiman (DOJ) yang ia ungkap melalui pernyataan video pada 11 Januari lalu.

Meski menekankan pentingnya menjauh dari politik, Powell mengatakan hal tersebut tidak berarti bank sentral harus menjaga jarak dari para pejabat terpilih.

“Saluran akuntabilitas demokratis kami adalah Kongres. Itu bukan beban pasif, melainkan kewajiban aktif dan rutin untuk datang ke Kongres dan berdialog dengan para wakil rakyat,” kata Powell, yang selama delapan tahun memimpin The Fed dikenal membangun relasi luas di Capitol Hill.

“Jika ingin legitimasi demokratis, itu diperoleh melalui interaksi dengan pengawas terpilih kami.”

Baca Juga: Ancaman Demokrasi AS: Gelombang Protes Terbesar Sepanjang Sejarah Menanti

Namun Powell tetap menolak menjelaskan lebih jauh soal pernyataan videonya maupun menyatakan apakah ia akan tetap bertahan di The Fed setelah masa jabatannya sebagai ketua berakhir pada Mei mendatang.

Masa jabatannya sebagai anggota Dewan Gubernur The Fed sendiri masih berlaku hingga dua tahun ke depan.

“Saya benar-benar tidak punya tambahan apa pun untuk disampaikan hari ini,” kata Powell, kalimat yang ia ulangi beberapa kali sepanjang konferensi pers berdurasi lebih dari 45 menit, saat wartawan berupaya menggali detail penyelidikan DOJ terkait pembengkakan biaya renovasi kantor pusat The Fed serta rencana pribadinya pasca-Mei.

“Ada waktu dan tempat untuk pertanyaan-pertanyaan itu,” ujarnya.

Powell menegaskan fokus konferensi pers kali ini adalah keputusan kebijakan dan kondisi ekonomi.

Dalam pertemuan tersebut, The Fed memutuskan mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,5%–3,75%, sesuai ekspektasi pasar.

Ia juga memberikan sedikit petunjuk terkait arah kebijakan selanjutnya, di tengah spekulasi pasar mengenai kemungkinan pemangkasan suku bunga pada Juni.

Baca Juga: The Fed Tahan Suku Bunga, Powell: Inflasi Masih Tinggi tapi Terkendali

Suksesi Ketua The Fed

Presiden Donald Trump saat ini tengah mempertimbangkan calon pengganti Powell sebagai pimpinan The Fed. Meski pernah menunjuk Powell pada awal masa jabatan pertamanya,

Trump secara konsisten melontarkan kritik terhadap Powell dan The Fed karena dinilai tidak memangkas suku bunga secara agresif, padahal inflasi masih berada di atas target 2%.

Trump menjadikan kebijakan pemangkasan suku bunga sebagai tolok ukur utama dalam memilih ketua The Fed berikutnya.

Kondisi ini memicu kekhawatiran di pasar bahwa pimpinan bank sentral selanjutnya dapat mengorbankan independensi The Fed demi memenuhi kehendak presiden.

Pasar taruhan menyebut kepala investasi obligasi BlackRock, Rick Rieder, sebagai kandidat terkuat.

Nama lain yang disebut antara lain penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett, Gubernur The Fed Christopher Waller, serta mantan Gubernur The Fed Kevin Warsh.

Baca Juga: Mengejutkan! Amazon PHK 16.000 Karyawan Lagi, Total 30.000 Sejak Oktober

Dalam upayanya memperluas pengaruh di The Fed, Trump bahkan berusaha memberhentikan Gubernur Lisa Cook dengan tuduhan adanya kesalahan pernyataan dalam pengajuan kredit pemilikan rumah sebelum pencalonannya.

Powell pekan lalu menghadiri sidang Mahkamah Agung terkait kasus tersebut, meski Menteri Keuangan Scott Bessent menyatakan kehadiran Powell merupakan langkah yang keliru.

Powell menegaskan kehadirannya sulit dihindari.

“Kasus itu mungkin merupakan perkara hukum paling penting dalam sejarah The Fed yang berusia 113 tahun,” kata Powell.

“Sulit menjelaskan mengapa saya tidak hadir.”

Selanjutnya: Kantor Pemilu Georgia Digeledah FBI, Sengketa Pilpres 2020 AS Memanas Lagi

Menarik Dibaca: Promo McD Paket Beef Prosperity Burger & Coca-Cola Hanya Rp 35 Ribu, Cuma Hari Ini




TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×