kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.559.000   -11.000   -0,43%
  • USD/IDR 18.166   -36,00   -0,20%
  • IDX 5.098   -184,26   -3,49%
  • KOMPAS100 656   -29,76   -4,34%
  • LQ45 515   -24,19   -4,48%
  • ISSI 171   -5,38   -3,04%
  • IDX30 289   -13,61   -4,49%
  • IDXHIDIV20 388   -17,40   -4,29%
  • IDX80 76   -3,38   -4,28%
  • IDXV30 108   -4,36   -3,89%
  • IDXQ30 98   -4,24   -4,16%

Di Tengah Lonjakan Inflasi, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde Mundur


Kamis, 29 Oktober 2026 / 20:28 WIB
Diperbarui Kamis, 29 Oktober 2026 / 20:32 WIB
Di Tengah Lonjakan Inflasi, Presiden Bank Sentral Eropa Christine Lagarde Mundur
Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde berbicara dalam konferensi pers setelah pertemua (REUTERS/Heiko Becker)


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Pergantian kepemimpinan ECB berlangsung ketika bank sentral menghadapi tantangan menjaga stabilitas harga tanpa semakin menekan pertumbuhan ekonomi.

Lonjakan harga minyak akibat perang Iran meningkatkan risiko inflasi, sementara kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah, terutama di Prancis, mendorong biaya pinjaman rumah tangga dan dunia usaha.

Kondisi tersebut membuat ECB menghadapi dilema kebijakan. Kenaikan suku bunga diperlukan untuk mencegah lonjakan harga energi merembet ke harga barang dan upah, tetapi pengetatan moneter juga berisiko memperlambat aktivitas ekonomi ketika biaya pembiayaan sudah meningkat.

Baca Juga: Pejabat Bank Sentral Eropa Khawatirkan Hubungan dengan Amerika Serikat Makin Jauh

ECB diperkirakan mempertahankan suku bunga deposito di level 2,5% dalam rapat Kamis (29/10). Namun, bank sentral diperkirakan tetap membuka peluang kenaikan suku bunga berikutnya, bahkan pada Desember, jika tekanan inflasi meningkat seiring kenaikan harga energi.

Ekonom Oxford Economics Oliver Rakau menilai ambang untuk menaikkan suku bunga pada Desember relatif rendah, mengingat kenaikan harga energi berpotensi mendorong ECB kembali merevisi proyeksi inflasinya ke atas.

Pasar keuangan saat ini memperhitungkan tiga kali kenaikan suku bunga tambahan hingga akhir 2027. Jika terealisasi, suku bunga deposito ECB akan mencapai 3,25%, level yang dinilai dapat membatasi pertumbuhan ekonomi.

Dengan demikian, tantangan bagi pengganti Lagarde bukan hanya menjaga kesinambungan kebijakan moneter, melainkan juga menyeimbangkan pengendalian inflasi dengan kebutuhan mempertahankan pertumbuhan ekonomi Eropa di tengah tekanan energi, biaya pinjaman, dan ketidakpastian politik.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×