Sumber: dpa International | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie
China memutus seluruh komunikasi resmi dengan Taiwan sejak Juni 2016, sebulan setelah mantan Presiden Tsai Ing-wen dari Partai Progresif Demokratik yang cenderung pro-kemerdekaan menjabat. Sejak menjabat pada 2024, Presiden Lai tetap menyatakan keterbukaan untuk memperluas dialog dengan China, meski ketegangan lintas selat terus berlangsung.
Taiwan, negara demokratis dengan 23,4 juta penduduk, telah menjalankan pemerintahan sendiri sejak 1949. Namun, China memandang pulau tersebut sebagai bagian dari wilayahnya dan berulang kali mengancam akan mencaploknya.
Tonton: HP 2026: Kamera 200MP! Siapa Punya?
Kesimpulan
Latihan militer besar-besaran China di sekitar Taiwan kembali meningkatkan ketegangan kawasan dan memicu kekhawatiran internasional. Taiwan menilai langkah tersebut sebagai bagian dari strategi tekanan jangka panjang Beijing yang mengancam stabilitas regional, perdagangan global, dan perdamaian, meski Taipei menegaskan tetap merespons secara terukur sambil membuka ruang dialog.













