kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Ukraina Desak Gencatan Senjata, Rusia Dikabarkan Tawarkan Konsesi


Rabu, 23 April 2025 / 06:00 WIB
Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskiy menyatakan kesiapannya untuk bernegosiasi dengan Rusia dalam format apa pun.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Berbagai laporan tersebut menunjukkan kemungkinan isi proposal damai dari AS, termasuk: gencatan senjata di sepanjang garis depan saat ini, pengakuan atas aneksasi Krimea oleh Rusia, pelepasan klaim Rusia atas empat wilayah lainnya, serta penempatan pasukan internasional untuk memantau gencatan senjata. 

Beberapa isu penting lainnya masih dibahas, seperti tuntutan Rusia agar Ukraina bersikap netral dan tidak bergabung dengan NATO, serta kesepakatan pembagian pendapatan mineral Ukraina dengan AS.

Sebagai kelanjutan dari pertemuan di Paris, Ukraina dijadwalkan menghadiri diskusi lanjutan di London bersama AS dan negara-negara Barat lainnya pada Rabu. Namun, dalam perubahan mendadak, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio tidak akan hadir. Sebagai gantinya, Jenderal Keith Kellogg akan memimpin delegasi Washington.

Baca Juga: Tantangan Baru Ukraina Saat Perang dengan Rusia: Tentara Bunuh Diri Korea Utara

Trump dan Rubio pekan lalu menegaskan bahwa AS bisa menghentikan upaya perdamaian jika tidak ada kemajuan dalam beberapa hari ke depan. Pada hari Minggu, Trump menyatakan harapannya bahwa kesepakatan dapat tercapai “dalam minggu ini”.

Secara terpisah, Zelenskiy menyatakan kesediaannya untuk bertemu Trump dalam kesempatan menghadiri pemakaman Paus Fransiskus bersama para pemimpin dunia lainnya dalam minggu ini.




TERBARU

[X]
×