kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Vaksin corona buatan Pfizer & BioNTech diujicoba ke manusia di AS, hasilnya positif


Sabtu, 11 Juli 2020 / 21:33 WIB
Vaksin corona buatan Pfizer & BioNTech diujicoba ke manusia di AS, hasilnya positif
ILUSTRASI. Vaksin corona buatan Pfizer & BioNTech mulai disuntikkan ke manusia. REUTERS/Bing Guan


Sumber: Kompas.com | Editor: Adi Wikanto

KONTAN.CO.ID - BALTIMORE. Vaksin corona masih dikembangkan para ahli di seluruh dunia. Terbaru, vaksin corona mulai diuji ke manusia dan mendapatkan hasil positif.

Seorang pria di Negara Bagian Maryland, Amerika Serikat ( AS) percaya dia bisa menjadi salah satu orang pertama yang berhasil divaksinasi guna mencegah Covid-19. Ia mengaku tubuhnya memproduksi antibodi di percobaan tersebut. David Rach, nama pria itu, memuji percobaan di University of Maryland di Baltimore sebagai hasil yang "menjanjikan".

Baca juga: Peringatan WHO: Waspadai penipu memanfaatkan pandemi corona! 

Percobaan vaksin corona tersebut dilakukan oleh perusahaan obat-obatan raksasa AS Pfizer dan perusahaan Jerman BioNTech. Mereka sudah melakukan ancang-ancang untuk memproduksi vaksin corona secara massal jika terbukti efektif.

Dilansir dari Daily Mail Kamis (9/7/2020), Rach adalah mahasiswa pascasarjana imunologi di universitas itu. Ia mengatakan, tubuhnya menghasilkan lebih banyak antibodi daripada yang dihasilkan oleh pasien sembuh Covid-19.

Di percobaan vaksin corona ini Rach adalah orang pertama yang disuntik vaksin corona. Namun butuh waktu berbulan-bulan sebelum hasil bisa didapat sepenuhnya, karena para ilmuwan perlu mengetahui lebih dulu berapa lama antibodi akan bertahan, dan apakah Rach akan terbukti kebal terhadap virus SARS-CoV-2 jika ia di kemudian hari tertular.

Para ilmuwan di seluruh dunia kini sedang berlomba untuk mengembangkan vaksin corona, yang dipandang sebagai satu-satunya cara menghentikan pandemi ini. Sementara itu para pakar kesehatan masih belum yakin seberapa banyak kekebalan yang dihasilkan secara alami dari perlawanan dengan penyakit ini.

Artinya, opsi untuk melakukan herd immunity atau kekebalan kelompok masih belum diketahui bisa efektif atau tidak. Setelah menerima dua dosis vaksin corona percobaan, Rach berkata bahwa "data awal menunjukkan positif", tetapi memperingatkan masih ada "jalan panjang di depan."




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×