kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   -25.000   -0,89%
  • USD/IDR 17.847   -12,00   -0,07%
  • IDX 6.195   68,05   1,11%
  • KOMPAS100 824   16,97   2,10%
  • LQ45 619   8,11   1,33%
  • ISSI 215   -1,05   -0,49%
  • IDX30 350   2,03   0,58%
  • IDXHIDIV20 428   1,77   0,41%
  • IDX80 94   1,01   1,10%
  • IDXV30 118   -0,67   -0,56%
  • IDXQ30 112   0,74   0,66%

Warren Buffett Tak Percaya Aturan 10.000 Jam Agar Berhasil Melatih Suatu Keterampilan


Senin, 12 Mei 2025 / 15:55 WIB
Orang-orang menonton saat ketua Berkshire Hathaway Warren Buffett terlihat di layar berbicara pada pertemuan tahunan pemegang saham Berkshire Hathaway Inc, di Omaha, Nebraska, AS, 3 Mei 2025.


Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli

Para profesor di sana bahkan memperlakukannya seperti anak sendiri karena melihat semangat dan rasa ingin tahunya yang besar.

Buffett juga memperingatkan agar tidak memilih karier hanya karena faktor finansial semata. 

Menurutnya, lebih bijak jika seseorang mengejar bidang yang benar-benar disukai dan dikuasai. 

“Jika saya bercita-cita menjadi ventriloquist atau semacamnya, itu tidak akan berhasil,” katanya. Sebaliknya, ia menghabiskan berjam-jam untuk mendalami investasi, sesuatu yang memang menjadi minatnya sejak awal.

Baca Juga: Mengapa Orang Miskin Sulit Jadi Orang Kaya? Warren Buffett Ungkap Alasannya

Pandangan ini sejalan dengan saran dari sejumlah pakar karier. Kafui Kouakou, asisten wakil presiden pengembangan karier di Universitas Quinnipiac, mengatakan bahwa mengejar minat pribadi cenderung menghasilkan kesuksesan jangka panjang. 

Ia menyarankan mahasiswa untuk memilih jurusan atau bidang studi yang sesuai dengan minat, karena hal itu akan mempermudah proses belajar dan membuka peluang kerja yang sejalan dengan potensi mereka.

Singkatnya, menurut Buffett, keberhasilan bukan semata soal jam latihan, melainkan tentang mengenali potensi diri, mengejar ketertarikan sejati, dan belajar dari sumber yang tepat.  




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×