kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.630.000   -15.000   -0,57%
  • USD/IDR 17.965   52,00   0,29%
  • IDX 5.669   26,20   0,46%
  • KOMPAS100 732   4,13   0,57%
  • LQ45 557   3,79   0,69%
  • ISSI 197   0,36   0,19%
  • IDX30 316   1,45   0,46%
  • IDXHIDIV20 390   0,52   0,13%
  • IDX80 83   0,39   0,47%
  • IDXV30 106   -0,47   -0,44%
  • IDXQ30 102   0,35   0,34%

Aktivitas Pabrik China Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak Akhir 2020


Rabu, 01 Juli 2026 / 09:09 WIB
Aktivitas Pabrik China Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak Akhir 2020
ILUSTRASI. China / (REUTERS/Maxim Shemetov)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Aktivitas manufaktur China terus menunjukkan ekspansi pada Juni 2026. Sektor pabrik Negeri Tirai Bambu bahkan mencatat kinerja kuartalan terbaik sejak akhir 2020, didukung pertumbuhan produksi dan pesanan baru yang tetap solid.

Mengutip Reuters, Rabu (2/7/2026), RatingDog China General Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI) yang disusun S&P Global berada di level 51,7 pada Juni, sedikit turun dari 51,8 pada Mei. Meski demikian, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan perkiraan analis sebesar 51,6.

Baca Juga: Harga Emas Turun ke Level Terendah 7 Bulan, Prospek Suku Bunga The Fed Menguat

Indeks PMI yang berada di atas level 50 menandakan aktivitas manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Secara rata-rata, PMI manufaktur pada kuartal II-2026 mencapai 51,9, menjadi capaian kuartalan terbaik sejak kuartal IV-2020.

Pendiri RatingDog, Yao Yu, mengatakan sektor manufaktur China masih mempertahankan pertumbuhan yang stabil sepanjang Juni.

"Secara keseluruhan, sektor manufaktur tetap mencatat ekspansi yang stabil pada Juni, didukung pertumbuhan pesanan baru yang berkelanjutan, tekanan biaya yang mulai mereda, serta membaiknya kondisi pasar tenaga kerja," ujarnya.

Hasil survei ini sejalan dengan data resmi pemerintah China yang dirilis sehari sebelumnya. Survei resmi menunjukkan aktivitas manufaktur kembali berekspansi pada Juni berkat tingginya permintaan terhadap semikonduktor, komputer, dan berbagai produk terkait kecerdasan buatan (AI).

Baca Juga: Prediksi Inggris vs RD Kongo: The Three Lions Wajib Waspadai Kejutan Afrika

Produksi dan Pesanan Tetap Tumbuh

Survei RatingDog menunjukkan, produksi manufaktur meningkat untuk bulan ketujuh berturut-turut, meski laju pertumbuhannya melambat ke level terendah dalam tiga bulan terakhir.

Di sisi ketenagakerjaan, jumlah pekerja meningkat untuk pertama kalinya dalam tiga bulan terakhir dengan laju penciptaan lapangan kerja tercepat sejak Agustus 2023.

Sementara itu, tumpukan pekerjaan (backlog of work) meningkat selama lima bulan berturut-turut, mengindikasikan beban kerja perusahaan masih terus bertambah meski jumlah tenaga kerja meningkat.

Pesanan baru juga terus tumbuh selama 13 bulan berturut-turut, menyamai periode ekspansi terpanjang sejak 2018.

Namun, pesanan ekspor baru masih melemah untuk bulan kedua berturut-turut, meskipun penurunan biaya ekspor mulai melambat.

Baca Juga: Boom AI Dorong Ekspor Korea Selatan Tumbuh Tercepat Sejak 1978

Tekanan Biaya Mereda

Di sisi harga, tekanan biaya produksi menunjukkan tren yang semakin mereda.

Harga bahan baku (input prices) memang masih naik untuk bulan ke-12 berturut-turut, tetapi kenaikannya merupakan yang paling lambat sejak Januari.

Sementara itu, harga jual produk (output prices) meningkat untuk enam bulan berturut-turut, mencerminkan perusahaan masih mampu meneruskan sebagian kenaikan biaya kepada konsumen.

Baca Juga: PMI Manufaktur Jepang Catat Kinerja Kuartalan Terbaik Sejak 2014 pada Juni 2026

Permintaan Domestik Masih Lemah

Meski sektor manufaktur menunjukkan kinerja yang kuat, pemulihan ekonomi China dinilai masih belum merata.

Pertumbuhan ekonomi masih banyak ditopang oleh produksi industri dan ekspor, sementara permintaan rumah tangga tetap relatif lemah.

Ke depan, para pelaku industri manufaktur masih optimistis terhadap prospek usaha dalam satu tahun mendatang.

Namun, tingkat optimisme tersebut turun ke level terendah sejak Januari, menunjukkan perusahaan tetap berhati-hati terhadap prospek ekonomi global maupun domestik.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×