Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Alphabet, induk usaha Google, berencana menaikkan belanja modal secara agresif pada 2026.
Perusahaan ini memperkirakan pengeluaran modal (capital expenditure/capex) tahun depan bisa mencapai US$ 175 miliar hingga US$ 185 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya, seiring pesatnya ekspansi bisnis komputasi awan dan kecerdasan buatan (AI).
Langkah ini menempatkan Alphabet di barisan terdepan perusahaan teknologi besar yang berlomba memperkuat infrastruktur AI. Secara kolektif, raksasa teknologi global diperkirakan akan menggelontorkan lebih dari US$500 miliar untuk pengembangan AI tahun ini.
Meta baru-baru ini menaikkan anggaran investasi AI hingga 73%, sementara Microsoft juga mencatat belanja modal kuartalan tertinggi sepanjang sejarahnya.
Baca Juga: Belanja Modal Tesla Naik Lebih dari Dua Kali Lipat, Fokus ke Robot dan Mobil Otonom
CEO Alphabet Sundar Pichai mengatakan peningkatan belanja difokuskan untuk memperluas kapasitas komputasi, mulai dari server, pusat data, hingga jaringan pendukung.
“Investasi AI dan infrastruktur kami mendorong pertumbuhan pendapatan di seluruh lini bisnis,” ujarnya dalam paparan kinerja.
Target capex Alphabet jauh melampaui ekspektasi analis yang sebelumnya memperkirakan belanja sekitar US$115 miliar. Sebagai perbandingan, belanja modal Alphabet pada 2025 tercatat sebesar US$91,45 miliar.
Meski investor sempat khawatir terhadap besarnya biaya investasi AI, Alphabet mampu menunjukkan kinerja yang solid. Sejak awal 2025, saham perusahaan ini telah melonjak sekitar 76%.
Baca Juga: Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus US$ 3 Triliun, Saham Melonjak 3%
Namun, pada perdagangan setelah jam bursa, saham Alphabet sempat berfluktuasi sebelum akhirnya turun tipis sekitar 1% karena pasar menimbang antara lonjakan belanja dan pertumbuhan kinerja.
Kontributor utama pertumbuhan datang dari bisnis cloud. Pada kuartal IV 2025, pendapatan Google Cloud melonjak 48% menjadi US$17,7 miliar, melampaui perkiraan analis dan menjadi laju pertumbuhan tercepat dalam lebih dari empat tahun terakhir. Pichai mengakui, permintaan masih melampaui kapasitas yang tersedia.
“Kami masih menghadapi keterbatasan kapasitas, dan belanja modal tahun ini memang disiapkan untuk masa depan,” katanya.
Performa tersebut menandai posisi Google Cloud yang kian kuat. Untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun, pertumbuhan Google Cloud melampaui Microsoft Azure. Analis D.A. Davidson, Gil Luria, menilai pencapaian ini menjadi pembenaran utama atas kenaikan belanja modal Alphabet.
Baca Juga: Fokus ke AI, Kapitalisasi Pasar Alphabet Tembus US$ 4 Triliun
Penguatan ini juga didorong keberhasilan model AI Gemini. Sejak peluncuran Gemini 3 pada November lalu, persepsi pasar terhadap Google berubah signifikan. Model AI ini telah terjual sebanyak 8 juta kursi berbayar ke sekitar 2.800 perusahaan.
Bahkan, Google berhasil mengamankan kerja sama strategis dengan Apple untuk mendukung fitur AI di iPhone.













