kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.830   2,00   0,01%
  • IDX 8.132   99,86   1,24%
  • KOMPAS100 1.146   13,97   1,23%
  • LQ45 829   8,49   1,03%
  • ISSI 288   4,60   1,62%
  • IDX30 431   4,26   1,00%
  • IDXHIDIV20 519   5,74   1,12%
  • IDX80 128   1,62   1,28%
  • IDXV30 141   1,99   1,43%
  • IDXQ30 140   1,49   1,07%

Bukan hanya perang dagang, ini ancaman terbaru bagi ekonomi China


Jumat, 17 Januari 2020 / 17:30 WIB
Bukan hanya perang dagang, ini ancaman terbaru bagi ekonomi China
ILUSTRASI. Ilustrasi bayi. (Foto: Romrodphoto/Shutterstock)


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tahun lalu, Beijing meminta pemerintah daerah untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kelahiran di wilayah hukum mereka, tetapi hanya sedikit yang menerbitkan laporan mereka.

Dalam laporan Agustus dari pemerintah kota Tongling di provinsi Anhui timur, jumlah bayi baru turun 8% pada paruh pertama tahun ini dari tahun sebelumnya, dengan jumlah bayi kedua yang lahir lebih rendah dari bayi pertama.

Baca Juga: Akibat wabah demam babi Afrika, produksi daging babi China anjlok 21,3% pada 2019

Ren Zeping, kepala ekonom dari Evergrande, menulis dalam sebuah artikel baru-baru ini bahwa pemerintah harus meliberalisasi sepenuhnya kebijakan kelahiran sebelum terlambat. Menurut perhitungannya, antara 2013 dan 2028, jumlah perempuan yang melahirkan anak berusia antara 20 dan 35 akan turun 30%.




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×