kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.488.000   -16.000   -0,64%
  • USD/IDR 16.740   33,00   0,20%
  • IDX 8.748   101,19   1,17%
  • KOMPAS100 1.205   11,60   0,97%
  • LQ45 852   5,43   0,64%
  • ISSI 315   6,02   1,95%
  • IDX30 439   1,60   0,37%
  • IDXHIDIV20 511   1,24   0,24%
  • IDX80 134   1,29   0,97%
  • IDXV30 140   1,02   0,73%
  • IDXQ30 140   0,22   0,15%

Bukan hanya perang dagang, ini ancaman terbaru bagi ekonomi China


Jumat, 17 Januari 2020 / 17:30 WIB
Bukan hanya perang dagang, ini ancaman terbaru bagi ekonomi China
ILUSTRASI. Ilustrasi bayi. (Foto: Romrodphoto/Shutterstock)


Sumber: South China Morning Post | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Tahun lalu, Beijing meminta pemerintah daerah untuk mendapatkan gambaran yang jelas tentang kelahiran di wilayah hukum mereka, tetapi hanya sedikit yang menerbitkan laporan mereka.

Dalam laporan Agustus dari pemerintah kota Tongling di provinsi Anhui timur, jumlah bayi baru turun 8% pada paruh pertama tahun ini dari tahun sebelumnya, dengan jumlah bayi kedua yang lahir lebih rendah dari bayi pertama.

Baca Juga: Akibat wabah demam babi Afrika, produksi daging babi China anjlok 21,3% pada 2019

Ren Zeping, kepala ekonom dari Evergrande, menulis dalam sebuah artikel baru-baru ini bahwa pemerintah harus meliberalisasi sepenuhnya kebijakan kelahiran sebelum terlambat. Menurut perhitungannya, antara 2013 dan 2028, jumlah perempuan yang melahirkan anak berusia antara 20 dan 35 akan turun 30%.




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×