kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Era AI Makin Panas, CEO Nvidia Ungkap Permintaan Komputasi Skyrocketing


Selasa, 06 Januari 2026 / 15:06 WIB
Era AI Makin Panas, CEO Nvidia Ungkap Permintaan Komputasi Skyrocketing
ILUSTRASI. CEO Nvidia, Jensen Huang (Dok./REUTERS)


Sumber: Cointelegraph | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - CEO Nvidia Jensen Huang menyatakan bahwa permintaan terhadap sumber daya komputasi tengah mengalami lonjakan tajam seiring pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ia menyebut kondisi ini sebagai sebuah perlombaan sengit menuju frontier teknologi berikutnya.

Dalam acara langsung Nvidia yang digelar di Las Vegas pada Senin (waktu setempat), Huang memaparkan berbagai perkembangan strategis Nvidia menjelang 2026, sekaligus menyoroti ketatnya persaingan di industri AI global.

Baca Juga: Tekanan Masih Membayangi Arne Slot, Liverpool Bidik Bek Baru pada Bursa Januari

Menurut Huang, sejak AI mulai diadopsi secara luas, para pelaku industri berlomba-lomba untuk menjadi yang pertama mencapai level teknologi berikutnya.

Hal tersebut mendorong kebutuhan komputasi dalam skala yang semakin besar.

“Jumlah komputasi yang dibutuhkan untuk AI melonjak sangat tajam. Permintaan terhadap GPU Nvidia juga melonjak drastis. Ini terjadi karena model AI berkembang hingga sepuluh kali lipat satu orde magnitudo setiap tahun,” ujar Huang dilansir dari Cointelegraph Selasa (6/1/2026).

Ia menambahkan, percepatan komputasi menjadi kunci utama dalam persaingan tersebut.

“Semua orang berusaha mencapai level berikutnya, dan pada akhirnya ini adalah persoalan komputasi. Semakin cepat Anda menghitung, semakin cepat pula Anda menembus frontier teknologi selanjutnya,” katanya.

Baca Juga: Nestlé Tarik Produk Susu Formula Bayi karena Risiko Toksin Cereulide

Lonjakan AI Dorong Penambang Bitcoin Beralih Strategi

Pesatnya pertumbuhan dan adopsi AI juga telah mendorong sejumlah perusahaan penambangan Bitcoin (BTC) untuk melakukan pivot, baik sebagian maupun penuh, ke sektor komputasi AI dalam beberapa tahun terakhir.

Peralihan ini dipicu oleh meningkatnya tingkat kesulitan penambangan Bitcoin dari waktu ke waktu, sementara bisnis AI dinilai menawarkan peluang bagi para penambang untuk mengoptimalkan infrastruktur komputasi yang dimiliki dan meraih pendapatan tambahan di luar aset kripto.

Meningkatnya permintaan daya komputasi untuk AI diperkirakan akan semakin memperkuat insentif bagi penambang Bitcoin untuk masuk ke bisnis komputasi AI.

Baca Juga: Emas Dunia Naik 0,5% ke US$4.470 Selasa (6/1): Dampak The Fed & Geopolitik Venezuela

Dalam kesempatan yang sama, Huang juga mengungkapkan bahwa chip generasi terbaru Nvidia, Rubin Vera, kini telah memasuki tahap produksi penuh dan berjalan sesuai jadwal.

Ia menyebut kombinasi chip Rubin dan Vera, yang dirancang untuk bekerja secara terintegrasi, mampu menghadirkan kinerja komputasi AI hingga lima kali lipat lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.

Selanjutnya: Fenomena Psikologis Spotlight Effect Bisa Muncul Saat Kondisi Ini

Menarik Dibaca: Fenomena Psikologis Spotlight Effect Bisa Muncul Saat Kondisi Ini




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×