kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.860.000   -260.000   -8,33%
  • USD/IDR 16.805   19,00   0,11%
  • IDX 8.330   97,40   1,18%
  • KOMPAS100 1.165   25,83   2,27%
  • LQ45 834   20,52   2,52%
  • ISSI 298   2,18   0,74%
  • IDX30 430   8,24   1,96%
  • IDXHIDIV20 510   9,16   1,83%
  • IDX80 129   2,93   2,32%
  • IDXV30 139   2,61   1,92%
  • IDXQ30 139   3,06   2,26%

Gelombang PHK Melanda AS: Cek Daftar Perusahaan yang Baru PHK Ribuan Karyawan


Jumat, 28 November 2025 / 09:26 WIB
Gelombang PHK Melanda AS: Cek Daftar Perusahaan yang Baru PHK Ribuan Karyawan
ILUSTRASI. Departemen Tenaga Kerja melaporkan ekonomi AS kehilangan 4.000 pekerjaan di bulan Agustus. Mandatory Credit: Grace Hollars-USA TODAY Sports 


Sumber: Associate Press | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Nestlé

Nestlé mengumumkan rencana PHK global sebanyak 16.000 pekerja untuk mengurangi biaya di tengah tekanan harga bahan baku dan tarif impor.

Lufthansa Group

Mengumumkan pengurangan 4.000 pekerjaan hingga 2030, seiring peningkatan penggunaan AI dan digitalisasi.

Novo Nordisk

Produsen Ozempic dan Wegovy ini akan memangkas 9.000 pekerja (11% tenaga kerja) sebagai bagian dari restrukturisasi.

ConocoPhillips

Raksasa minyak ini akan mem-PHK hingga seperempat tenaga kerjanya, memengaruhi 2.600–3.250 pekerja sebelum akhir 2025.

Intel

Intel memangkas puluhan ribu pekerjaan sebagai bagian dari upaya penyelamatan bisnis. Target karyawan tersisa pada akhir tahun ini: 75.000 orang, turun dari 99.500 tahun lalu.

Microsoft

Pada Mei, Microsoft memulai PHK terhadap sekitar 6.000 pekerja, disusul pemangkasan tambahan 9.000 posisi beberapa bulan setelahnya.

Procter & Gamble

Pada Juni, P&G menyatakan akan menghapus hingga 7.000 pekerjaan selama dua tahun ke depan (sekitar 6% tenaga kerja global).

Tonton: Kereta Wisata Jakarta–Sukabumi–Cianjur Dijadwalkan Meluncur Akhir Tahun Ini

Kesimpulan

Pasar tenaga kerja global sedang mengalami fase sulit. Meski beberapa perusahaan menghentikan perekrutan tanpa melakukan PHK besar, banyak korporasi besar justru memilih memangkas biaya operasional melalui pengurangan tenaga kerja—sering kali dikaitkan dengan otomatisasi, restrukturisasi, penurunan permintaan, dan pergeseran strategi ke AI. Kondisi ini memperburuk rasa khawatir pekerja dan pencari kerja, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi, tarif baru, dan tekanan politik. Jika tren ini berlanjut, lapangan kerja tradisional mungkin akan menyusut lebih cepat daripada munculnya peluang baru.


Tag


TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×