kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.570.000   -10.000   -0,39%
  • USD/IDR 17.911   -17,00   -0,09%
  • IDX 6.193   74,07   1,21%
  • KOMPAS100 796   7,84   0,99%
  • LQ45 608   4,93   0,82%
  • ISSI 217   4,59   2,15%
  • IDX30 337   1,37   0,41%
  • IDXHIDIV20 431   1,76   0,41%
  • IDX80 91   0,94   1,05%
  • IDXV30 118   1,35   1,16%
  • IDXQ30 110   0,20   0,18%

Greenland Tolak Keras AS: Kami Tidak Ingin Menjadi Warga Amerika!


Senin, 12 Januari 2026 / 06:01 WIB
Greenland Tolak Keras AS: Kami Tidak Ingin Menjadi Warga Amerika!
ILUSTRASI. Greenland (Dok./Britannica)


Sumber: foxnews | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Perdana Menteri Denmark Mette Frederiksen pada Senin mengatakan bahwa ancaman Trump untuk mencaplok Greenland dapat berarti berakhirnya Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO).

“Saya juga ingin menegaskan bahwa jika Amerika Serikat memilih menyerang negara NATO lain secara militer, maka semuanya akan berhenti. Termasuk NATO kami dan dengan demikian sistem keamanan yang telah ada sejak berakhirnya Perang Dunia II,” ujar Frederiksen kepada stasiun televisi Denmark TV2.

Pada hari yang sama, Nielsen mengatakan dalam pernyataan yang diunggah di Facebook bahwa Greenland bukan objek retorika negara adidaya.

Wakil kepala staf Gedung Putih untuk kebijakan, Stephen Miller, memperkuat pernyataan Trump dengan mengatakan kepada CNN pada Senin bahwa Greenland “seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat.”

Tonton: Trump Mulai Bahas Caplok Greenland, Militer AS Jadi Opsi

Pembawa acara CNN Jake Tapper menekan Miller dengan pertanyaan apakah pemerintahan Trump bisa mengesampingkan kemungkinan aksi militer terhadap pulau Arktik tersebut.

“Amerika Serikat adalah kekuatan utama NATO. Agar Amerika Serikat dapat mengamankan kawasan Arktik, melindungi dan mempertahankan NATO serta kepentingan NATO, maka jelas Greenland seharusnya menjadi bagian dari Amerika Serikat,” kata Miller.


Tag


TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×