kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Harga Tembaga Melonjak ke Rekor Tertinggi Usai Gangguan di Tambang Baru


Selasa, 06 Januari 2026 / 21:08 WIB
Harga Tembaga Melonjak ke Rekor Tertinggi Usai Gangguan di Tambang Baru
ILUSTRASI. Harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 1,8% menjadi US$ 13.225 per metrik ton


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - LONDON. Harga tembaga melonjak ke rekor tertinggi sepanjang masa pada hari ini karena kekhawatiran pasokan memicu reli awal tahun. Di sisi lain, harga nikel mencapai puncak hampir 15 bulan ke atas US$ 18.000 per metrik ton dengan pembatasan produksi tambang di Indonesia.

Selasa (6/1/2026) pukul 20.30 WIB, harga tembaga untuk kontrak pengiriman tiga bulan di London Metal Exchange naik 1,8% menjadi US$ 13.225 per metrik ton dalam perdagangan resmi, setelah sebelumnya melonjak hingga 3,1% ke rekor US$ 13.387,5 per metrik ton.

Harga logam merah tersebut telah naik sekitar 6,6% pada tahun 2026, dan tembus ke atas US$ 13.000 metrik ton untuk pertama kalinya pada hari Senin (5/1/2026), setelah melesat 42% di tahun lalu.

"Pergerakan tembaga di atas US$ 13.000 per metrik ton didorong oleh ketidakseimbangan yang semakin besar antara pasokan yang ketat secara struktural dan permintaan yang meningkat dari elektrifikasi dan investasi pusat data," kata analis ING, Ewa Manthey. 

Baca Juga: Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin

"Bertahun-tahun kurangnya investasi dan gangguan tambang yang berkelanjutan telah membuat pasar memiliki sedikit penyangga."

Pemogokan di tambang tembaga dan emas Mantoverde milik Capstone Copper di Chili utara telah memperbarui kekhawatiran pasokan. Sementara, produsen tembaga China, Tongling Nonferrous, telah melaporkan penundaan peluncuran fase kedua tambang Ekuador.

Stok tembaga LME telah turun menjadi 142.550 ton, terendah sejak 17 November, dengan persediaan di bursa Comex terus meningkat di tengah prospek tarif tembaga AS, yang menyebabkan pasokan ketat di luar Amerika Serikat.

Di sisi lain, harga nikal melonjak 6,1% menjadi US$ 18.045 per metrik ton, mencapai level tertinggi sejak 7 Oktober 2024 karena rencana Indonesia untuk memangkas produksi. 

Indonesia mengizinkan para penambang untuk merujuk pada kuota 2026 yang telah disetujui sebelumnya hingga akhir Maret sementara kuota baru sedang ditinjau.

"Pengendalian produksi Indonesia yang semakin ketat, melalui persetujuan yang lebih lambat dan rencana pemangkasan kuota 2026, terbukti sangat efektif dalam menaikkan harga dalam jangka pendek," kata Manthey.

Baca Juga: Para Menteri Keuangan G7 Bakal Bertemu di Washington, Bahas Logam Tanah Jarang

"Namun dengan surplus yang cukup besar yang masih diperkirakan pada tahun 2026, reli ini kemungkinan tidak akan bertahan lama kecuali pembatasan pasokan diperdalam atau permintaan meningkat secara signifikan."

Sementara itu, harga aluminium naik 0,8% menjadi US$ 3.111 per ton, menyentuh level tertinggi sejak April 2022. Harga seng juga naik 1,5% menjadi US$ 3.241,5 per ton setelah mencapai level tertinggi sejak Oktober 2024, dan harga timbal naik 1,2% menjadi US$ 2.048 per ton.

Sedangkan, harga timah melonjak 4,6% menjadi US$ 44.400 per ton setelah sebelumnya naik hingga 7,4% ke level tertinggi sejak Maret 2022. 

Selanjutnya: Nestle Tarik Ribuan Susu Bayi di Eropa karena Risiko Toksin

Menarik Dibaca: Kebiasaan Hemat di 2026 yang Membuat Keuangan Lebih Aman Tanpa Terlihat Pelit




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×