kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.546.000   -13.000   -0,51%
  • USD/IDR 18.124   -42,00   -0,23%
  • IDX 5.046   -51,89   -1,02%
  • KOMPAS100 649   -6,90   -1,05%
  • LQ45 513   -2,74   -0,53%
  • ISSI 169   -2,17   -1,26%
  • IDX30 289   -0,30   -0,10%
  • IDXHIDIV20 389   0,97   0,25%
  • IDX80 75   -0,64   -0,85%
  • IDXV30 108   0,49   0,45%
  • IDXQ30 98   -0,09   -0,09%

Inflasi AS Memanas, Harga Emas Dunia Turun 0,4% ke US$ 4.006 pada Jumat (30/10)


Jumat, 30 Oktober 2026 / 08:27 WIB
Inflasi AS Memanas, Harga Emas Dunia Turun 0,4% ke US$ 4.006 pada Jumat (30/10)
ILUSTRASI. Emas batangan (Sven Hoppe/DPA via REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Harga emas dunia melemah pada perdagangan awal Asia, Jumat (30/10/2026). Tekanan terhadap harga logam mulia terjadi setelah inflasi Amerika Serikat (AS) yang masih tinggi memperkuat ekspektasi pasar terhadap potensi kenaikan suku bunga acuan Federal Reserve atau The Fed pada Desember mendatang.

Mengutip Reuters, harga emas spot turun 0,4% menjadi US$ 4.006,06 per ons troi pada pukul 00.36 GMT. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Desember terkoreksi 0,3% ke US$ 4.018,50 per ons troi.

Baca Juga: Binance Bekukan Aset Kripto US$ 2,54 Miliar, Dugaan Peretasan Masih Diselidiki

Meski melemah dalam perdagangan harian, harga emas masih berada di jalur kenaikan tipis secara mingguan. Namun, logam mulia ini berpotensi mencatat penurunan bulanan untuk dua bulan berturut-turut.

Data menunjukkan inflasi AS meningkat pada September 2026. Kenaikan harga bensin dan sejumlah barang konsumsi menjadi pendorong tekanan harga, sekaligus memperkuat perkiraan ekonom bahwa bank sentral AS berpotensi kembali menaikkan suku bunga pada Desember.

Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar kini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Desember mencapai sekitar 75%.

Ekspektasi kenaikan suku bunga tersebut menjadi sentimen negatif bagi emas. Pasalnya, suku bunga yang lebih tinggi meningkatkan biaya peluang atau opportunity cost dalam memegang emas yang tidak memberikan imbal hasil bunga. Kondisi ini dapat mengurangi daya tarik emas bagi investor.

Baca Juga: Proyek Generali Stadium untuk AC Milan & Inter Milan Diresmikan, Dibangun Mulai 2028

Dari Eropa, Bank Sentral Eropa (ECB) mempertahankan suku bunga acuannya pada Kamis (29/10). Keputusan tersebut telah diperkirakan pasar.

Namun, ECB mengisyaratkan kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember dengan memperingatkan bahwa tingginya harga energi berisiko mendorong inflasi.

Presiden ECB Christine Lagarde juga dijadwalkan mengakhiri masa jabatannya pada 7 Februari mendatang, menurut pernyataan bank sentral tersebut.

Sementara itu, tekanan inflasi juga terlihat di Jepang. Inflasi inti tahunan di Tokyo pada Oktober tercatat jauh melampaui target 2% Bank Sentral Jepang.

Data tersebut memperkuat indikasi meningkatnya tekanan harga dan membuka ruang bagi kenaikan suku bunga lebih lanjut.

Baca Juga: Operator Burger King di Indonesia dan India Pangkas Rugi, Pendapatan Tumbuh 20%

Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot turun 1% menjadi US$ 51,87 per ons troi. Harga platinum bergerak stabil di US$ 1.488 per ons troi, sedangkan paladium melemah 0,5% menjadi US$ 1.000,75 per ons troi.

Ketiga logam tersebut juga berada di jalur penurunan secara mingguan maupun bulanan.




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
The Owner's Number Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×