Sumber: Reuters | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - FRANKFURT. Presiden Bank Sentral Eropa (ECB) Christine Lagarde pada Kamis (29/10/2026) mengatakan bahwa keputusan pengunduran diri delapan bulan lebih awal dari masa jabatannya yang seharusnya berakhir agar dapat berbicara lebih bebas mengenai berbagai persoalan di luar kebijakan moneter.
Lagarde, 70 tahun, telah memimpin ECB sejak November 2019 dan sebelumnya menjabat sebagai kepala Dana Moneter Internasional (IMF). Masa jabatannya seharusnya berakhir pada Oktober 2027.
“Tidak pernah ada waktu yang tepat untuk pergi,” kata Lagarde dalam konferensi pers.
“Namun, hal ini telah tertanam dalam tata kelola ECB, bahwa presiden dan anggota dewan harus meninggalkan jabatan karena mereka tidak dapat mencalonkan diri kembali untuk masa jabatan berikutnya.”
Baca Juga: QatarEnergy Borong LNG dari AS, Siapkan Strategi Hadapi Gangguan Selat Hormuz
Lagarde mengatakan keputusan untuk mundur lebih awal didorong oleh keinginannya untuk terlibat dalam berbagai persoalan di luar mandat ECB.
“Saya ingin memiliki kebebasan berbicara, kebebasan berekspresi, dan kebebasan untuk terlibat dalam persoalan yangbukan merupakan urusan kebijakan moneter,” katanya. Ia menjelaskan para pejabat ECB terikat oleh aturan netralitas yang ketat.
“Kami memiliki kewajiban untuk bersikap netral. Kami mengomentari situasi dengan berfokus pada kebijakan moneter,” kata Lagarde. Dia seraya menambahkan bahwa mandat tersebut merupakan harga yang harus kami bayar untuk mempertahankan independensi.
Lagarde mengatakan dirinya tidak lagi merasa nyaman untuk terus diam mengenai berbagai persoalan global yang lebih luas.
“Saya tertarik pada kebenaran, dan saya melihat kebenaran sangat sering dirusak serta dibantah melalui penyajian informasi yang keliru,” katanya, tanpa memberikan penjelasan lebih lanjut.
Berbekal pengalaman lebih dari dua dekade dalam berbagai peran di bidang ekonomi dan keuangan internasional, Lagarde mengatakan dirinya yakin memiliki sesuatu yang dapat disumbangkan di luar dunia perbankan sentral.
“Ada hal-hal yang bisa saya katakan apakah orang akan mendengarkan atau tidak, itu persoalan lain. Namun, saya merasa harus menyampaikan hal-hal tersebut dan saya tidak bisa melakukannya dalam posisi saya saat ini,” katanya.
Lagarde berupaya meyakinkan pasar dan staf ECB bahwa kepergiannya lebih awal tidak akan mengganggu operasional bank sentral tersebut. “Proses untuk mengidentifikasi pengganti saya sudah dimulai,” katanya
Baca Juga: ECB Tahan Suku Bunga, Ada Sinyal Kenaikan pada Desember
Dia menambahkan bahwa terdapat banyak kandidat luar biasa bahkan sebenarnya jauh lebih baik daripada saya. Lagarde juga menepis kekhawatiran mengenai kesinambungan kepemimpinan.
“Jangan khawatir bahwa pengambilan keputusan akan berada dalam ketidakpastian tidak, sama sekali tidak,” kata Lagarde.
"Lembaga ini kokoh, kuat, seperti batu karang, dan akan terus seperti itu.”














