kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45672,14   1,07   0.16%
  • EMAS916.000 -1,08%
  • RD.SAHAM 0.54%
  • RD.CAMPURAN 0.26%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.10%

Kapal perang AS kembali sambangi Selat Taiwan di tengah ketegangan Taiwan-China


Kamis, 26 Maret 2020 / 09:53 WIB
Kapal perang AS kembali sambangi Selat Taiwan di tengah ketegangan Taiwan-China
ILUSTRASI. Ilustrasi kapal perang Amerika Serikat. Kapal perang AS kembali layari Selat Taiwan di tengan ketegangan Taiwan-China. REUTERS/Ahmad Masood

Sumber: Reuters | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - TAIPEI. Sebuah kapal perang Amerika Serikat kembali melewati Selat Taiwan pada hari Rabu,  menyusul meningkatnya ketegangan antara China dan Taiwan yang membuat jet-jet angkatan udara Taiwan diterbangkan guna mencegat manuver China.

Kementerian Pertahanan Taiwan menyatakan bahwa kapal tersebut berlayar ke arah utara dan diawasi oleh angkatan bersenjata Taiwan.

Baca Juga: Dilema dokter Israel di Italia: Kami tak tolong mereka yang berusia di atas 60 tahun

Reuters melaporkan bahwa Kementerian Taiwan menggambarkan kapal tersebut berlayar sebagai bagian dari "misi biasa" dan menegaskan bahwa tidak ada alasan untuk khawatir atas hak tersebut.

Anthony Junco, juru bicara Armada Ketujuh AS mengatakan kapal tersebut adalah kapal perusak rudal USS McCampbell yang melakukan transit rutin di Selat Taiwan pada 25 Maret sesuai dengan hukum internasional.

“Transit kapal melalui Selat Taiwan menunjukkan komitmen AS ke Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka. Angkatan Laut AS akan terus terbang, berlayar, dan beroperasi di mana pun yang diizinkan oleh hukum internasional,” katanya.

Taiwan adalah masalah teritorial dan diplomatik bagi China. Beijing juga tidak pernah mengesampingkan penggunaan kekuatan untuk membawa pulau tersebut ada di bawah kendalinya. 

Baca Juga: China kembali laporkan nol kasus lokal virus corona, tapi kasus impor meningkat

Nah, Selat Taiwan yang sempit yang memisahkan pulau tersebut dari China adalah sumber ketegangan yang sering terjadi.

Dalam beberapa minggu terakhir, angkatan udara China telah melakukan beberapa latihan yang lokasinya dekat dengan Taiwan yang membuat sebagian besar militer Taiwan panas.

Taiwan menyebut latihan China itu sebagai aksi yang provokatif dan meminta China untuk lebih memperhatikan upayanya dalam memerangi penyebaran virus corona daripada mengancam Taiwan.

Baca Juga: Gegara virus corona, Pentagon titahkan militer AS tidak ke luar negeri hingga 60 hari

Sementara Amerika Serikat, seperti kebanyakan negara, tidak memiliki hubungan resmi dengan Taiwan, tetapi merupakan pendukung internasional paling penting di pulau tersebut dan sumber senjata utama.

Pada bulan Januari, kapal perang AS lain berlayar melalui Selat Taiwan kurang dari seminggu setelah Presiden Taiwan Tsai Ing-wen memenangkan pemilihan ulang di negara tersebut.

Tsai mengunjungi pangkalan militer pada hari Selasa dan kembali memperingatkan ancaman dari China selama wabah virus.

Baca Juga: Ilmuwan China: Ada 26.000 kasus virus corona tak terdeteksi di Wuhan

“Semua orang tahu bahwa meskipun saat ini ada situasi epidemi yang intens, pesawat militer Komunis Tiongkok terus mengganggu Taiwan,” katanya.



TERBARU

[X]
×