kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.904.000   -43.000   -1,46%
  • USD/IDR 16.853   10,00   0,06%
  • IDX 8.212   -53,08   -0,64%
  • KOMPAS100 1.158   -9,98   -0,85%
  • LQ45 830   -9,73   -1,16%
  • ISSI 295   -1,25   -0,42%
  • IDX30 432   -3,95   -0,91%
  • IDXHIDIV20 516   -4,82   -0,92%
  • IDX80 129   -1,21   -0,93%
  • IDXV30 142   -0,67   -0,47%
  • IDXQ30 139   -1,75   -1,24%

Kejar Deal Dagang dengan AS, Kilang India Mulai Berpaling dari Minyak Rusia


Selasa, 10 Februari 2026 / 06:00 WIB
Kejar Deal Dagang dengan AS, Kilang India Mulai Berpaling dari Minyak Rusia
ILUSTRASI. India hindari minyak Rusia demi kesepakatan dagang AS. Trump klaim India komit setop impor. (Eduardo Munoz/REUTERS)


Sumber: Reuters | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - Kilang-kilang minyak di India mulai menghindari pembelian minyak mentah asal Rusia untuk pengiriman April. Menurut sumber industri dan perdagangan, langkah ini dinilai sebagai bagian dari upaya New Delhi memperlancar kesepakatan dagang dengan Amerika Serikat.

Reuters memberitakan, Amerika Serikat dan India pekan lalu mengumumkan kerangka kerja menuju perjanjian dagang yang ditargetkan rampung pada Maret. Kesepakatan ini bertujuan menurunkan tarif dan memperdalam kerja sama ekonomi kedua negara.

Sejumlah kilang besar seperti Indian Oil, Bharat Petroleum, dan Reliance Industries dilaporkan tidak menerima penawaran minyak Rusia untuk pengapalan Maret dan April. Meski begitu, sebagian pengiriman untuk Maret sudah terjadwal sebelumnya.

Sumber menyebut sebagian besar kilang India lainnya juga telah menghentikan pembelian minyak mentah Rusia.

Baca Juga: Menang Telak, Ini Arti Kemenangan PM Jepang Terkait Hubungan Panas dengan China

Trump Klaim India Komit Setop Impor Minyak Rusia

Pemerintah dan perusahaan terkait belum memberikan komentar resmi. Namun, Kementerian Luar Negeri India menegaskan strategi negaranya adalah mendiversifikasi sumber energi demi menjaga ketahanan energi, seiring dinamika global yang terus berubah.

Meski dalam pernyataan resmi AS–India tidak secara eksplisit menyebut minyak Rusia, Presiden Donald Trump mencabut tarif 25% atas barang India yang sebelumnya diberlakukan karena pembelian minyak Rusia. Trump menyebut pencabutan tarif itu dilakukan karena India telah “berkomitmen untuk menghentikan” impor minyak Rusia, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Namun, hingga kini pemerintah India belum mengumumkan secara resmi rencana penghentian total impor minyak dari Rusia.

Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, India menjadi pembeli utama minyak Rusia dengan harga diskon, di tengah sanksi Barat terhadap sektor energi Rusia.

Baca Juga: Nasib Dolar AS: China & BRIC Tak Lagi Minati US Treasuries, Mengapa Begitu?

Impor Minyak Rusia Turun Tajam

Salah satu pembeli rutin minyak Rusia adalah Nayara Energy, kilang swasta yang didukung Rusia dan mengandalkan pasokan minyak Rusia untuk kilang berkapasitas sekitar 400.000 barel per hari. Namun, Nayara juga disebut tidak akan mengimpor minyak Rusia pada April karena rencana perawatan kilang selama sebulan.

Sumber industri menyebut kilang-kilang India kemungkinan hanya akan kembali membeli minyak Rusia jika ada arahan langsung dari pemerintah.

Pemerintah AS menyatakan akan memantau kebijakan India dan dapat merekomendasikan pengembalian tarif jika India kembali meningkatkan pembelian minyak Rusia.

Menurut sumber, India bersiap memangkas impor minyak Rusia menjadi di bawah 1 juta barel per hari pada Maret, dan berpotensi turun lebih jauh ke kisaran 500.000–600.000 barel per hari. Angka ini jauh lebih rendah dibanding rata-rata sekitar 1,7 juta barel per hari tahun lalu, bahkan sempat menembus 2 juta barel per hari pada pertengahan 2025.

Tonton: Junk Food Disebut Mirip Rokok, Ini Penjelasan Peneliti

Data terbaru menunjukkan impor minyak Rusia oleh India pada Desember lalu turun ke level terendah dalam dua tahun.

Sebagai gantinya, kilang-kilang India meningkatkan pembelian minyak dari Timur Tengah, Afrika, dan Amerika Selatan untuk menutup penurunan pasokan dari Rusia.

Selanjutnya: Lampaui Target, Jababeka (KIJA) Cetak Marketing Sale Rp 3,6 Triliun di Tahun 2025

Menarik Dibaca: Kulit Kusam di Usia 40-an? Rekomendasi Bedak Wardah Ini Rahasia Wajah Glowing




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×