kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Krisis Asuransi Kesehatan Bayangi Kebuntuan Shutdown Pemerintah AS


Senin, 13 Oktober 2025 / 17:37 WIB
Krisis Asuransi Kesehatan Bayangi Kebuntuan Shutdown Pemerintah AS
Bendera AS berkibar setengah tiang di Gedung Capitol AS pada malam pelantikan Presiden terpilih Donald Trump, di Washington, AS, 19 Januari 2025. Sejumlah senator Partai Republik tengah menghadapi tekanan besar di tengah kebuntuan politik yang membuat pemerintah AS hampir lumpuh 13 hari.


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

Di tengah tarik-menarik politik, tekanan dari publik kian besar. Di Georgia, salah satu negara bagian dengan lonjakan pendaftar tercepat, anggota Kongres Republik Marjorie Taylor Greene secara terbuka menyalahkan pimpinan partainya karena gagal menempatkan isu kesehatan sebagai prioritas.

“Jika subsidi ini benar-benar berakhir tanpa solusi, banyak peserta akan membatalkan polis mereka,” kata Cameron Ellis, pakar asuransi dari Universitas Iowa.

“Orang-orang yang lebih sehat akan keluar dari pasar ACA, dan itu akan membuat premi semakin mahal bagi yang tersisa.”

Kisruh ini mengulang babak lama dalam 15 tahun pertarungan politik seputar Obamacare. Tahun 2013, pemerintah AS sempat ditutup selama beberapa pekan akibat desakan kelompok konservatif yang menuntut pembatalan program tersebut.

Baca Juga: Shutdown Pemerintah AS: Trump Hentikan Pendanaan Transportasi Chicago US$2,1 Miliar

Kini, skeptisisme serupa masih hidup. Senator Rick Scott dari Florida menuding Obamacare sebagai biang kenaikan biaya kesehatan, sementara Wakil Presiden JD Vance menilai subsidi perlu ditinjau ulang dan deregulasi harus diperluas.

Meski begitu, kubu Demokrat menolak menunda keputusan. “Kami ingin bekerja sama sekarang, bukan nanti,” tegas Senator Patty Murray dari Washington.

“Kami sudah tahu, kalau hanya mengandalkan janji bahwa mereka akan menepatinya di kemudian hari, hasilnya tidak akan terjadi.”

Kebuntuan ini belum menunjukkan tanda-tanda reda. Sementara jutaan warga Amerika menanti kepastian, pertarungan politik di Senat terus berlanjut dengan masa depan asuransi kesehatan mereka sebagai taruhannya.


Tag


TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×