kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.954.000   14.000   0,48%
  • USD/IDR 16.824   -4,00   -0,02%
  • IDX 8.133   100,88   1,26%
  • KOMPAS100 1.146   14,31   1,26%
  • LQ45 828   7,29   0,89%
  • ISSI 288   4,65   1,64%
  • IDX30 431   4,00   0,94%
  • IDXHIDIV20 517   4,31   0,84%
  • IDX80 128   1,49   1,17%
  • IDXV30 141   1,36   0,97%
  • IDXQ30 140   1,18   0,85%

Malaysia memulai persidangan 1MDB terbesar yang melibatkan mantan PM Najib Razak


Jumat, 16 Agustus 2019 / 15:55 WIB
Malaysia memulai persidangan 1MDB terbesar yang melibatkan mantan PM Najib Razak
ILUSTRASI. Najib Razak dan Rosmah Mansor


Sumber: Reuters | Editor: Wahyu T.Rahmawati

KONTAN.CO.ID - KUALA LUMPUR. Senin (19/8), mantan perdana menteri Malaysia, Najib Razak, akan menghadapi satu dari lima persidangan terbesar terkait dengan penipuan multi-miliar dolar pada dana negara 1MDB. Para pengacara Najib tengah berupaya meminta penundaan untuk memberikan waktu untuk penyelesaian persidangan sebelumnya.

Najib, yang kalah dalam pemilihan umum tahun lalu, menghadapi 42 tuduhan pidana korupsi dan pencucian uang di 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dan entitas negara lainnya.

Baca Juga: Kartu kredit Najib Razak US$ 800.000 dihabiskan di toko perhiasan dalam satu hari

1MDB yang didirikan oleh Najib pada 2009, sedang diselidiki di setidaknya enam negara. Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan sekitar US$ 4,5 miliar dari dana 1MDB disalahgunakan.

Dalam persidangan keduanya di Pengadilan Tinggi Kuala Lumpur awal pekan depan, Najib menghadapi 21 tuduhan pencucian uang dan empat penyalahgunaan kekuasaan. Tuduhan ini terkait penerimaan transfer ilegal sekitar RM 2,3 miliar (US$ 550,8 juta) antara 2011 dan 2014.

Najib mengaku tidak bersalah dan mengatakan tuduhan itu bermotivasi politik.

Baca Juga: Amerika Serikat selidiki keterlibatan Deutsche Bank di kasus pencucian uang 1MDB

Jumat ini, jaksa penuntut menyerahkan ribuan halaman dokumen yang berkaitan dengan kasus ini. "Di bawah aturan, persidangan hanya bisa dimulai setidaknya dua minggu setelah semua dokumen terkait diserahkan," kata Ahmad Akram Gharib, jaksa penuntut kepada Reuters




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! When (Not) to Invest

[X]
×