kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.837.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.991   62,00   0,37%
  • IDX 7.097   -67,03   -0,94%
  • KOMPAS100 977   -12,33   -1,25%
  • LQ45 719   -12,76   -1,74%
  • ISSI 250   -1,82   -0,73%
  • IDX30 391   -7,50   -1,88%
  • IDXHIDIV20 489   -9,60   -1,93%
  • IDX80 110   -1,54   -1,38%
  • IDXV30 134   -2,11   -1,54%
  • IDXQ30 128   -2,18   -1,68%

Saham Otomotif Korea Selatan Tertekan Usai Trump Ancam Naikkan Tarif


Selasa, 27 Januari 2026 / 08:17 WIB
Saham Otomotif Korea Selatan Tertekan Usai Trump Ancam Naikkan Tarif
ILUSTRASI. Bursa Korsel (Kim Jae-Hwan/SOPA Images via Reuters). Saham Hyundai dan Kia anjlok hingga 6% usai ancaman tarif AS. Apa pemicu sebenarnya di balik penurunan drastis ini?


Sumber: Reuters | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - SEOUL. Saham perusahaan otomotif Korea Selatan melemah pada perdagangan Selasa (27/1/2026), menyusul pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengancam akan menaikkan tarif impor produk asal Korea Selatan, termasuk mobil.

Mengutip Reuters, saham Hyundai Motor sempat anjlok hingga 4,8% pada perdagangan pagi di Bursa Seoul. 

Tekanan juga menjalar ke saham perusahaan afiliasi, yakni Kia Corp yang turun hingga 6% serta Hyundai Mobis yang melemah sampai 5,7%. 

Pelemahan ini jauh lebih dalam dibandingkan penurunan indeks acuan KOSPI yang hanya sekitar 1,2%.

Baca Juga: PMI Manufaktur Korea Selatan Kontraksi 7 Bulan Beruntun Tertekan Tarif AS

Tekanan pasar dipicu unggahan Trump di media sosial pada Senin waktu setempat. Dalam pernyataannya, Trump menyebut akan menaikkan tarif impor barang Korea Selatan dari 15% menjadi 25%. 

Kenaikan tarif tersebut disebut akan mencakup sektor otomotif, kayu, hingga farmasi.

Trump menuding parlemen Korea Selatan tidak menjalankan kesepakatan dagang dengan Washington sebagaimana mestinya. 

Namun, hingga kini belum ada kejelasan kapan kebijakan kenaikan tarif itu akan mulai berlaku, serta faktor spesifik yang memicu keputusan tersebut.

Meski demikian, sejumlah analis menilai dampak kebijakan ini masih bersifat sementara. 

Mereka menilai kesepakatan dagang antara Korea Selatan dan Amerika Serikat pada dasarnya telah disetujui di tingkat kepala negara, sehingga potensi eskalasi konflik tarif dinilai terbatas.

Baca Juga: PMI Manufaktur Korea Selatan Terperosok 6 Bulan Berturut, Dihantam Tarif AS

Analis senior Meritz Securities, Kim Joon-sung, menyatakan tarif ekspor mobil Korea Selatan ke Amerika Serikat pada akhirnya diperkirakan tetap berada di level 15%. 

Menurutnya, negosiasi lanjutan hanya tinggal menunggu waktu untuk memastikan kembali kesepakatan yang sudah ada.

Pasar kini mencermati perkembangan komunikasi kedua negara, terutama terkait sektor otomotif yang menjadi salah satu penopang utama ekspor Korea Selatan ke Amerika Serikat.


Tag


TERBARU

[X]
×